Skip to main content

Kolleg-see


Oldies but goodies. It renamed.

            Halo! Udah lama bener dah ga nulis kayak gini. Anyway, ini adalah blog keempat gue yang telah terintis karena berkali-kali lupa password. Entah kenapa, tapi gue berharap ini bukan tanda kalo otak gue udah atrofi, wkwk. Sebenernya gue bisa ngurus ini lewat e-mail, tapi gue ga niat banget dah, haha.
            Btw, tentang nama: gue buat nama baru. Gue mulai nulis sejak gue SMP di facebook. Dimulai dari #MemoriesofJHS, kelassepuluh, sampai cerita kelassebelas, dan gue berhenti nulis di kelas duabelas karena mood gue sedang meletup-letup untuk menyelesaikan cerbung-cerbung gue, wkwk. Nah, ketika gue kuliah, gue mulai buat blog sendiri yang mengisyaratkan bahwa yang gue tulis adalah pemikiran-pemikiran gue di masa itu. Awalnya blog gue bernama Life Journal, lalu gue bikin blog baru dengan nama My Microjournal. Tapi gue merasa ada yang kurang dari nama-nama itu, sampai suatu hari gue yang sedang berkhayal pun kepikiran tentang sesuatu. Gue pikir, kayaknya bagus kalo nama blog gue jadi such as “Petualangan Ngampus” sehingga gue pun mencari-cari kata yang bagus untuk dicocok-cocokin.
Beberapa hari sebelumnya gue abis nonton video youtube seseorang yang nyeritain masa-masa dia penyetaraan (Studien Kolleg) di Jerman sebelum mulai kuliah, ini serupa matrikulasi lah di Indonesia. Bedanya di Jerman sana lo musti studkoll selama 2 semester, which is setahunan. Nah, mulai dari situ tuh gue langsung ‘Aha!’. Gue pikir bagus juga kalo gue ambil kata Kolleg (Perguruan Tinggi) dari bahasa Jerman dan gue paksa cocok-cocokin sama kata See (Lihat) bahasa Inggris. Jadilah kata Kolleg-see (re: kolek-si), yang sekiranya berarti “Lihat, ini cerita semasa gue kuliah”.
            Moga aja di blog baru ini gue bisa lebih setia untuk aktif nulis, karena setahun belakangan ini gue sangat jarang nulis sesuatu dalam bentuk apapun.
            Last but not least, alasan gue nulis dari dulu sampai sekarang masih sama. I am a dreamer, and one of my dreams is things that I wrote are read by people.


Then, sampai jumpa di tulisan selanjutnya! Vielen danke.

Comments

Popular posts from this blog

Surat untuk cinta pertama saya

Untuk kamu, yang sepuluh tahun lalu, membuat saya hanyut dalam nyanyian lagu First Love, Nika Costa yang diputar di radio. Untuk kamu, yang sepuluh tahun kemudian, membuat saya terisak saat membaca webtoon Matahari 1/2 Lingkar. Hai! Apa kabar? Saya harap kabar kamu baik-baik saja seperti terakhir kali kita mengobrol lewat pesan Facebook, tujuh tahun yang lalu. Kalau dihitung-hitung, ternyata saya sudah kenal kamu selama dua belas tahun, ya? Selama itu juga saya tidak pernah benar-benar melupakan kamu. Hhhh, kenangan tentang kamu, kenapa rasanya sangat membekas? Saya sudah berkali-kali minta pada Tuhan, agar tempat otak saya menyimpan memori tentang kamu itu diformat saja. Biar saya bisa simpan materi-materi biokimia yang bikin saya nangis kejer di semester dua dulu, di situ. Tapi, sepertinya belum dikabulkan. Saya masih saja ingat banyak hal tentang kamu. Saya masih ingat hari di mana saya pertama kali melihat kamu; di lantai dua, tepat di depan ruang guru. Saat itu bel istirahat baru ...

as an INFJ

Yes, as an INFJ... I'm judging. I'm just not telling you... the things you don't wanna hear. I won't put much effort and energy to have arguments with someone else.

:)

I don't know why I fell in love with you, but I felt safe and secure. I could tell what I feel and you listened to me, yo'd never judged me. Dia ngehargain banget ketika aku butuh tenangin diri sendiri dulu. Dia paham kalo aku perlu waktu untuk bener-bener ngerespon emosi sedih dan kecewa aku. Dia tau gimana cara menghadapi dan memvalidasi perasaan dan emosi orang lain. Dia ga maksa aku untuk cerita dan nyelesein semuanya dalam satu waktu. I can't thank enough, bagi aku rotasi stase mayor yg itu cukup berat. Tapi dengan dia, rasanya bisa aku lewati dengan lebih mudah. Jujur sulit banget buat move on. Tapi setelah malam itu dia kasi penjelasan, harusnya aku bisa lebih lega untuk ngelepasin perasaan ini satu persatu. Makasih banget karena udah jadi bagian dari kenangan manisku, terutama saat koas. Aku berharap semoga suatu hari nanti kamu bisa dapet pasangan yang baikkkk banget, yg bisa menambahkan kebahagiaan dalam hidup kamu d...