Well, sebelumnya, mungkin postingan ini bakal kontroversial? Or whatsoever. But it happened to me, dan ini masih mengganggu pikiran dan hatiku. I don't blame anyone, but that one always stuck in my head over the time. Aku selalu suka konsul sama dosen pembimbingku, cerita banyak, atau nanya-nanya tips. She's such a wise, humble and kind person. Tapi dari setiap kesempatan untuk konsul, ternyata ga setiap waktu bisa konsul sama beliau. Ada kalanya saat beliau keluar kota, aku diminta untuk konsul ke pembimbing lain. And that's the problem. Not to compare, but how can I not compare? Ketika aku dapet nilai jelek, pembimbingku selalu nyemangatin dengan bilang: "harus semangat lagi belajarnya, kamu pasti bisa di semester ini untuk perbaikin nilainya, kalo nilainya di atas seengaknya aman buat PPDS, bukan suatu hal yang mutlak sih, tapi in case buat ngeback-up syarat-syarat yang lain." In the other hand, ketika aku konsul sama pembim...
there is always something in your mind that you can't say, but you can write.