Skip to main content

Posts

Showing posts from September, 2020

Dear, my bestfriend...

  Yesterday is history, today is story, tomorrow is mystery. Masih ingat, kan? Awalnya, aku ngga nyangka bisa ngerasa nyaman saat sekelompok denganmu di tugas Bahasa Inggris itu. Bahkan bisa sekelompok denganmu pun aku ngga menyangka. Maklum, kita ngga begitu dekat. Dulu jarak bangku kita adalah satu barisan bangku yang paling depannya adalah bangku Inung. Kalau ke barisanmu pun, aku akan ngumpet ke bangkunya Tata di belakang. Kabur dari penglihatan Pak Jamingan saat belajar Hukum Mendel! Setelah aku pikir-pikir, kamu kok lucu juga ya? Bisa-bisanya kamu setuju dengan ideku untuk menempelkan gambar hantu casper dan kawan-kawan di karya Bahasa Inggris kita. Ya, walaupun waktu itu kamu ketawa-ketawa juga sih... Kamu mungkin belum tau, semenjak itu, aku diam-diam memerhatikanmu. Jangan salah sangka dulu! Aku ngga ngefans ya, cuma kagum aja. Kamu ngga begitu banyak bicara, aku lihat kamu senang mendengar, kamu suka merajut (waktu itu sama Mia dan Ponco), dan salah satu yang paling penti...

What does happiness mean to me?

Is love enough to fulfill your happiness? Dulu waktu masih kecil... kebahagiaan bagi gue adalah ketika gue bisa punya uang jajan setiap hari seperti temen-temen gue. Karena gue cuma dikasi jajan lima ratus rupiah setiap hari rabu kalo ada pelajaran olahraga. Waktu itu, kehidupan ekonomi keluarga gue dapat dikatakan cukup sulit, gue pernah mengalami masa-masa makan nasi kepal pakai garam doang, dan hal-hal yang rasanya terlalu sakit untuk diceritakan lagi. Bisa lo bayangkan setiap jam istirahat, gue yang baru berusia hampir tujuh tahun itu, cuma bisa berdiri di depan musholla memandangi teman-teman gue beli sosis goreng dan pop ice , dan gue harus menahan itu hingga hari rabu. Itupun lima ratus rupiah hanya cukup untuk membeli setengah sosis goreng aja. Bukan hal muluk kan, jika pada saat itu gue memandang uang sebagai sumber kebahagiaan? Gue tumbuh sebagai remaja yang... so called, "not attractive" . Hampir setiap hari di bully pendek, botol yang ngga bisa gede, kepala ikan l...

Music and my life.

Bicara tentang musik, gue udah familiar sama musik sedari kecil. Mulai dari lagu anak-anak kayak lagu Bolo-bolonya Tina Toon, Diobok-obok yang dibawain sama Joshua, lagu-lagunya Trio Kwek-Kwek dan Tasya Kamila (apalagi lagu Libur 'tlah Tiba, beeeh), sampe lagu Bollywood yang tayang hampir tiap siang di taun 2000-an dulu gue hapal banget!  Selain sebagai hiburan, gue juga belajar di sekolah menggunakan sarana musik, kayak waktu gue belajar di Madrasah dulu, guru gue ngajarin sifat-sifat Allah ( wujud, qidam, baqa', mukhalafatul lilhawaditsi , ...) dengan cara dibikin menjadi lagu. Waktu gue TPA, kita juga diajarin lagu yang bunyinya gini, "...walaupun hidup seribu tahun, kalau kau tak sembahyang, apa gunanya?". Nah, familiar ngga lo? Makin menginjak remaja, musik buat gue bukan hanya jadi hiburan semata, tapi juga media mengekspresikan diri. Pulang sekolah galau, ngga ada PR, gue bisa tahan di depan komputer, main  game house Diner Dash sambil muter lagu D'Masiv di...

Nulis kok pake lo-gue? Sok Betawi!

  Hahahahaha, duh gue udah berapa kali ya dikomen karena nulis pake lo-gue ? Udah berkali-kali sih, yang pasti ngga gue itung karena ngga penting juga. Gue akhirnya tertarik bahas ini, karena gue rasa cukup penting untuk memberikan pengertian ke mereka yang menganggap nulis lo-gue itu cringe kalo lo bukan orang Betawi atau Jakarta. Baik, gue akan mulai dengan... etimologi kata sapa gue/lo . Ternyata, kata gue/lo  sendiri bukanlah berasal dari Betawi atau spesifik pada Jakarta aja. Gue/lo  berasal dari bahasa China, atau tepatnya bahasa daerah Fujian. Karena budaya Fujian disebut sebagai Minnan atau Hokkian, maka dialek gue/lo ini disebut juga dengan dialek Hokkian. Sejak abad ke empat masehi, orang-orang China mulai banyak yang bermigrasi ke Indonesia, sehingga ada banyak pula bahasa Hokkian yang diserap ke dalam bahasa Indonesia dan dipakai sehari-hari, dua di antaranya ya gue dan lo ini! Selain gue dan lo, lo bisa nemuin kata-kata serapan lainnya di buku Senarai Kata S...

Film favorit gue! No debat.

Guysss, gue jarang nonton, hahaha. Jadi bingung banget nih mau nulis film apa. Gue pernah sih nonton beberapa film yang ngena banget buat gue, tapi gue ngga jago nulis review film nih! Tapi... tapi.. beberapa taun lalu ada sih film yang buat gue gokil banget, dan kayaknya berkesan buat gue. Film itu adalah: YESSS! BAD GENIUS! Film garapan sutradara Nattawut Poonpiriya dan penulisannya dibantu oleh Tanida Hantaweewatana serta Vasudhorn Piyaromna ini dari awal scene -nya aja udah membuat plot twist yang bikin gue kagum. Awalnya gue kira mereka itu ketauan curang dan diintrogasi beneran (sebelum nonton, gue udah baca sinopsis filmnya), gue mikir: "lah, lah, lah, baru juga mulai!" Ternyata engga dooong. Sungguh kecurangan yang terencana. Ini membuat gue sadar bahwa orang jahat kalo bergabung sama orang genius jadinya epic banget! Hahaha. Well , gue suka banget sama tokoh utamanya, namanya Lynn. Genius, cakep, dingin, tegas, ngga suka birokrasi yang bobrok dan tau banget jelekny...

I'm single and very happy!

Gambar yang gue buat tahun 2014 silam. Ngga terasa, gue udah menjalani status jomblo ini selama dua abad! Gue jomblo dari abad 20 hingga abad 21, atau makna singkatnya berarti gue jomblo sejak lahir. But, wait.  Kayaknya lebih enak nyebut status ini sebagai  single  ya? Atau  self-partnered  seperti kata Emma Watson? Emang... beda ya? Beda. Menurut gue, jomblo itu orang yang sedang tidak memiliki pasangan, tapi dia membuka kesempatan untuk punya hubungan sama seseorang. Sementara, kalau  single,  adalah orang yang ngga punya pasangan, bisa jadi dia membuka kesempatan untuk punya hubungan,   meski hubungannya bukan pacaran/menikah, atau bisa jadi juga dia sedang tidak ingin menjalani hubungan sama sekali. Kalau  self-partnered? Menurut seorang psikolog klinis, Carla Marie Manly, yang gue kutip dari  NBC News ,  " self-partnering focuses on the ideal of being happy and complete as a solo individual. A self-partnered person would ...

My Parents.

Ini udah hampir di penghujung hari kelima, tapi gue masih belum selesai menulis untuk tema hari ini. Sebetulnya, cukup mudah untuk menceritakan banyak hal tentang tema ini, hanya saja... ini bukan platform yang tepat. Seenggaknya buat gue. Keluarga adalah bahasan paling sensitif yang akan gue bahas dan hanya dengan orang-orang yang gue percaya aja, orang terdekat yang tau hanya sahabat tertentu, bahkan gue ngga pernah membahas ini dengan temen deket gue. It's just too personal for me, it's a privacy that I don't want others to know. Selama hampir dua puluh tiga tahun gue ada di dunia, tentu gue udah ngerasain banyak emosi selama gue berada pada lingkungan keluarga. Baik itu emosi positif seperti senang, suka, riang, tawa, bahagia, maupun emosi negatif seperti sedih, marah, kecewa, kesal dan lain-lain. Seperti yang gue katakan tadi, ini bukan platform yang tepat, sehingga untuk tulisan kali ini, gue hanya akan menulis sekelumit kisah. Setidaknya gue akan tulis kesan-...

A place I want to visit: berawal dari Space-toon

Ke Berlin untuk melihat seperti apa batas Jerman Timur dan Jerman Barat ketika dulu dipisahkan oleh sebuah tembok? Ke Paris, tempat Louis Pasteur, orang yang membuktikan teori biogenesis menimba ilmu? Atau, yang lebih dekat... ke Jogja untuk short escape ? Hhhh, tempat-tempat tersebut adalah beberapa tempat yang mungkin saja menarik, tapi setelah gue pikir-pikir, ada tempat yang pengen banget gue kunjungi sejak gue masih kecil. Kalo lo perhatiin judul postingan blog ini, itu adalah clue nya. Oh, bukan. Gue bukan pengen ke stasiun TV Space-toon saluran masa depan, hehe. Gue pengen ke suatu tempat yang gue tonton di Space-toon. Tempat itu adalah... tubuh gue sendiri. Semua itu berawal dari The Magic School Bus episode Inside The Human Body.  Gue yang saat itu masih kecil, berkhayal gimana rasanya masuk ke dalam tubuh gue dengan sebuah bus dan merasakan badai adrenalin seperti saat bermain Hysteria di Dufan. Melihat makanan masuk dalam mulut gue, ke kerongkongan merasakan gerakan...

A moment to remember.

Gue yakin, dalam hidup... ada banyak momen yang ngga terlupakan. Baik itu momen menyenangkan, maupun menyedihkan, bakal kita ingat ketika momen itu memberi kesan yang berarti. Delapan tahun lalu, gue adalah anak SMP yang baru lulus dan mendaftar di salah satu SMA di kota gue. Sekolah gue, bukan sekolah terpopuler, pun awalnya gue berencana sekolah di SMA lain, tapi orangtua gue meyakinkan untuk lanjut di sekolah gue aja. Tentu gue kesel, karena temen-temen gue lebih banyak di sekolah lain, hhhhh... tapi pada akhirnya gue bersyukur, karena masa-masa di sekolah itulah momen paling berarti bagi gue sebagai remaja yang baru mulai merasakan banyak ledakan perasaan. Perpisahan angkatan 2013. Photo by  Cahya Isnaini First impression.  Pertama kali masuk sekolah, gue udah keki karena MOSnya capek banget, anak-anak baru disuruh pake atribut dari barang bekas, seperti rompi karung, tas dari kardus, bahkan hampir disuruh ngiket kaki dengan tali plus botol bekas berisi kerikil (untung aja...

Moment of the truth: tulisan yang tak pernah dipublikasi.

Gue lagi ngeliat-liat folder blog gue di laptop, awalnya cuma pengen nyari inspirasi tulisan untuk  30 days writing challenge  buat hari ketiga, tapi, tanpa di sangka-sangka, gue menemukan sebuah tulisan dari tiga tahun lalu. Tepatnya gue buat tulisan itu di tanggal delapan november, tahun dua ribu tujuh belas. Setelah gue inget-inget lagi, gue nulis itu di Bakmi Raos, setelah nangis di kosan temen karena patah hati. Hahaha, so sad . Gue yakin, dulu gue pengen banget ngepublikasiin tulisan itu di blog, tapi ternyata ngga berapa lama dari tulisan itu dibuat, gue diminta untuk satu project lagi sama orang yang membuat gue merasakan patah hati itu, mana gue berani jadinyaaa. Tulisan ini, gue persembahkan untuk diri gue sendiri, karena udah mau menyampaikan apa yang gue rasa lewat tulisan, dan ngga denial terhadap perasaan sedih gue. _______________ Pengakuan dan Akhir Cerita   Lucunya orang yang setahun lalu berarti buat kamu, sekarang jadi orang yang biasa aja. Sedangka...

Things that make me happy.

Kebetulan perihal happy ini, standar gue cukup sederhana. Gue happy kalo ngga ada emosi negatif yang datang pada diri gue. Meskipun saat itu gue ngga senyum, gue ngga keliatan gembira, dan ngga ngakak. Yang penting gue ngga lagi sedih, marah dan kecewa aja deh! Tapi, kalo dipikir-pikir, ada sih beberapa hal yang bikin gue happy di atas batas standar gue. Di antaranya adalah hal-hal di bawah ini: Bisa tidur minimal delapan jam sehari. Gue bisa jadi orang yang  grumpy abissss ketika gue ngga tidur cukup. Sulit fokus, sulit berpikir realistis, kurang produktif, dan sebeeel banget sama orang even with no reason, kayak orang yang lagi pre-menstrual syndrome lah pokoknya. Sampe-sampe, perasaan untuk nampol orang tuh kental banget mengalir dalam darah gue. Kebalikannya, kalo gue bisa tidur cukup, maka gue akan menjadi pribadi yang tenang seperti bundadari, berakhlak mulia, rajin menabung dan ikut bimbingan belajar. Ngga deng. Happy tummy, happy me. Gue pernah cek-cok sama hampir satu kel...

My personality.

Hellaaaw, selamat datang di tulisan pertama gue untuk 30 days writing challenge! J-jaaang, kali ini gue bakal mengungkap kepribadian seorang perempuan berusia 22 tahun yang suka nonton video horror tapi abis itu nangis di kasur karena ngga berani ke wc sendirian pas kebelet pipis. Orang itu adalah.. gue sendiri. Hehe. Ngomongin soal kepribadian, gue ngga pernah ngecek secara profesional sih. Cuma waktu itu, gue pernah tes di sebuah website dan ternyata gue cenderung ke arah INFJ, segolongan sama Marie Kondo, Nicole Kidman, Marthin Luther King, Nelson Mandela, dan Meika Meidina Yuanita (temen seangkatan gue, baru tau semalem dong dari twitter, haha). Denger-denger, INFJ ini populasinya kurang dari satu persen di dunia, what a trivia! Despite of that, ketika lo pertama kali ketemu gue, lo mungkin akan berpikir gue adalah orang yang polos, kalem, pendiam, dan segenap tipikal orang yang mudah dihipnotis dan diculik. Yaaa... walaupun ada dikit yang bener, tapi ngga semuanya gitu juga sih. P...