Skip to main content

30 days writing challenge.

Halooo, ketemu lagi di blognya Irma!

Beberapa hari lalu, gue (kalo tulisannya santai, pake gue aja ya!) liat sebuah foto seliweran di TL twitter gue. Foto itu adalah sebuah tulisan hitam, panjang vertikal dan teratur. Yap! Foto itu adalah daftar 30 days writing challenge atau tantangan 30 hari menulis.

Setiap hari punya tema masing-masing, yang semuanya adalah tentang diri lo. Awalnya gue pikir... narsis juga ya kalo gue ikutan tantangan ini. Semuanya bakalan berisi tentang gue dan hidup gue. Tapi... setelah gue baca-baca lagi semua temanya, kok ada ya tema yang gue sendiri ga sadar pernah alami, atau bahkan ngga pernah gue tanyain ke diri gue sendiri. Misalnya, tantangan di hari ke dua puluh tiga. Gue ngga pernah kepikiran tuh, kalo gue nulis surat gue mau kasi ke siapa. Atau.. sesimpel tantangan di hari ke tujuh belas, gue sendiri bingung apa yang bisa memenangkan hati gue, ceile.

Akhirnya, ini ngga cuma jadi tantangan nulis aja, tapi, buat gue ini juga tantangan untuk lebih mengenal diri sendiri, dan gue mau ikut dalam tantangan ini!

Well, gue bakal mulai nulis dari hari senin, berapa hari lagi tuh?

*cek kalender*

....what? Ini malam minggu? Alias sabtu malam? *sejak libur pandemi gue emang suka pikun a.k.a disorientasi waktu*

Oke, berarti lusa ya gue mulainya! Tantangan ini akan gue mulai di hari senin, 21 September 2020.

See you on my next post! (gue bikin label juga untuk challenge ini supaya lebih mudah nyarinya). Byeeee!

Comments

Popular posts from this blog

Surat untuk cinta pertama saya

Untuk kamu, yang sepuluh tahun lalu, membuat saya hanyut dalam nyanyian lagu First Love, Nika Costa yang diputar di radio. Untuk kamu, yang sepuluh tahun kemudian, membuat saya terisak saat membaca webtoon Matahari 1/2 Lingkar. Hai! Apa kabar? Saya harap kabar kamu baik-baik saja seperti terakhir kali kita mengobrol lewat pesan Facebook, tujuh tahun yang lalu. Kalau dihitung-hitung, ternyata saya sudah kenal kamu selama dua belas tahun, ya? Selama itu juga saya tidak pernah benar-benar melupakan kamu. Hhhh, kenangan tentang kamu, kenapa rasanya sangat membekas? Saya sudah berkali-kali minta pada Tuhan, agar tempat otak saya menyimpan memori tentang kamu itu diformat saja. Biar saya bisa simpan materi-materi biokimia yang bikin saya nangis kejer di semester dua dulu, di situ. Tapi, sepertinya belum dikabulkan. Saya masih saja ingat banyak hal tentang kamu. Saya masih ingat hari di mana saya pertama kali melihat kamu; di lantai dua, tepat di depan ruang guru. Saat itu bel istirahat baru ...

as an INFJ

Yes, as an INFJ... I'm judging. I'm just not telling you... the things you don't wanna hear. I won't put much effort and energy to have arguments with someone else.

:)

I don't know why I fell in love with you, but I felt safe and secure. I could tell what I feel and you listened to me, yo'd never judged me. Dia ngehargain banget ketika aku butuh tenangin diri sendiri dulu. Dia paham kalo aku perlu waktu untuk bener-bener ngerespon emosi sedih dan kecewa aku. Dia tau gimana cara menghadapi dan memvalidasi perasaan dan emosi orang lain. Dia ga maksa aku untuk cerita dan nyelesein semuanya dalam satu waktu. I can't thank enough, bagi aku rotasi stase mayor yg itu cukup berat. Tapi dengan dia, rasanya bisa aku lewati dengan lebih mudah. Jujur sulit banget buat move on. Tapi setelah malam itu dia kasi penjelasan, harusnya aku bisa lebih lega untuk ngelepasin perasaan ini satu persatu. Makasih banget karena udah jadi bagian dari kenangan manisku, terutama saat koas. Aku berharap semoga suatu hari nanti kamu bisa dapet pasangan yang baikkkk banget, yg bisa menambahkan kebahagiaan dalam hidup kamu d...