Aku sulit untuk berbicara. Sehingga yang paling sering kulakukan adalah mendengarkan. Menulis adalah hal kedua tersering yang kupilih untuk lakukan. Aku sulit bercerita, jika kucoba... maka akan terlalu banyak jeda. Terlalu berbelit-belit dan banyak diksi yang sulit, hingga mungkin... orang lain terlampau lelah untuk menungguku selesai berbicara. Namun... Entah sejak kapan, aku mulai suka berbicara. Tapi yang jelas... itu hanya denganmu. Kamu hanya akan duduk manis di depanku, mendengarku membunyikan ribuan kata dari berbagai cerita, lalu sesekali tertawa dan berkata, "kamu lucu sekali!" Dan aku akan malu-malu menutup mulutku dengan lima jari kanan sambil cekikikan kecil. Mungkin kalau dihitung, Ada seribu sembilan ratus tiga puluh tujuh kesempatanmu untuk menyela bicaraku Tapi tidak kamu lakukan Terima kasih, ya. Rasanya ingin kupeluk tiap potong kesabaranmu. Aku senang, karena dari sekian banyak raga yang kutemui... kamu juga hadirkan jiwa saat berbicara dengank...
there is always something in your mind that you can't say, but you can write.