Skip to main content

Posts

Showing posts from 2018

Agar Lupa

Setiap kali aku memikirkanmu, aku ingin segera berlari. Terus berlari sampai aku lupa; jantungku sedang berdetak kencang karena memikirkanmu atau karena aku sedang berolahraga.

Patah Hati

Patah hati itu persis seperti jatuhnya pesawat. Naik, meninggi, meninggi, meninggi, ada yang salah, wuzzzz jatuh bebas dan hancur berkeping-keping. Itulah kenapa ada critical eleven, ya. Apalagi 3 menit pertama yang digunain untuk mencari posisi stabil dan mengontrol kecepatan ketika pesawat mulai mengudara. Saya yakin, di masa-masa awal jatuh cinta, harapan itu sedang naik-naiknya, meninggi, meninggi, meninggi. Jika ada yang salah, wuzzzz, dengan mudahnya hati akan terdampar dengan kondisi berkeping-keping pula. Mungkin sama halnya dengan critical eleven dalam penerbangan. 3 menit pertama jatuh cinta itu merupakan hal terpenting sekaligus berbahaya. Bayangkan saja, kita harus memposisikan hati dengan stabil saat jatuh cinta serta mengontrol perasaan kita yang pastinya tumbuh begitu cepat saat itu. Penting juga mengedukasi diri, bahwa, pesawat itu take off perlahan-lahan. Tidak terbang langsung tegak lurus. Namanya juga pesawat, bukan roket :) Mak...

Bendera.

Assalamu'alaykum wr wb. Cuma curahan hati. Tidak masalah jika punya pandangan yang berbeda :) Ada hal yang saat ini membuatku masih terjaga. Aku membaca begitu banyak perbedaan, yang pada akhirnya membuatku gelisah, menggebu-gebu dan marah. Lantas apa bedanya aku dengan mereka? Tanyaku. Namun, apakah salah ada perbedaan? Pikirku. Tentu tidak, jika setiap perbedaan itu tidak memicu perpecahan. Maka, aku putuskan untuk menerima, bahwa setiap orang punya kepala berbeda, dan egois jika aku menolak tiap hal yang berseberangan denganku. Saudaraku, jika dirimu membaca ini, ini adalah pendapatku, maka pendapatmu boleh berbeda. Dan akupun adalah fakir ilmu, apa yang kutulis hanya berisi apa yang aku resahkan. Aku bukan orang yang secara sempurna agamawi. Tentu aku memiliki banyak dosa dan kekurangan dalam beragama. Namun, aku merasa ikut prihatin dengan apa yang terjadi beberapa hari yang lalu, dan keprihatinanku ini bukanlah sebuah ajang pengakuan serta pembuktian betapa agamawinya...

Curhat tentang anak.

Assalamu'alaykum Hmmm, ternyata udah lama ya ga post di blog. Kali ini lagi pengen cerita aja. Pernah ga sih kepikiran kalo ntar punya anak... Mau disekolahin di mana ya? Yah, pengennya sih pasti yang terbaik, terlengkap, terstruktur, pokoknya BoB. Best of the Best. Berawal dari ada temen sekelas yang alumni sebuah sekolah, aku ngerasa tertarik sama sistem sekolah itu. Islamic boarding school, tapi juga modern dan nyaman. Dari profilnya di youtube yang aku tonton, terlihat betapa baiknya sistem sekolah tersebut dalam mengatur kegiatan baik di sekolah maupun asrama. Yah, pastinya kagum. Jelas. Sekolahnya juga sekolah international dan akreditasinya bagus (aku lihat malah lebih dari standar ya kalo dibandingin sama sekolah-sekolah lain yang akreditasinya A). Keluaran sekolahnya juga bagus-bagus dan diterima di universitas-universitas terbaik, ga heran. Karena selain fasilitasnya, sistem mendidik mereka juga bagus. Aku mulai cari-cari brosur dan menelusuri lagi profilnya. Tentu...

Beda

Well, sebelumnya, mungkin postingan ini bakal kontroversial? Or whatsoever. But it happened to me, dan ini masih mengganggu pikiran dan hatiku. I don't blame anyone, but that one always stuck in my head over the time. Aku selalu suka konsul sama dosen pembimbingku, cerita banyak, atau nanya-nanya tips. She's such a wise, humble and kind person. Tapi dari setiap kesempatan untuk konsul, ternyata ga setiap waktu bisa konsul sama beliau. Ada kalanya saat beliau keluar kota, aku diminta untuk konsul ke pembimbing lain. And that's the problem. Not to compare, but how can I not compare? Ketika aku dapet nilai jelek, pembimbingku selalu nyemangatin dengan bilang: "harus semangat lagi belajarnya, kamu pasti bisa di semester ini untuk perbaikin nilainya, kalo nilainya di atas seengaknya aman buat PPDS, bukan suatu hal yang mutlak sih, tapi in case buat ngeback-up syarat-syarat yang lain." In the other hand, ketika aku konsul sama pembim...

Khayalan malam ini.

Pergi ke sebuah tempat, jauh dari perkotaan, melintasi hutan lebat, kemudian berujung di sebuah rumah di tepi danau. Rumah itu kecil, teduh, terbuat dari kayu-kayu, namun kokoh sekali, berwarna cokelat dan berbau seperti pohon mahoni. Lalu, saat itu akhir siang menjelang sore, hujan baru reda tapi cuaca masih lembab, gerimis masih turun, aku sedang di tempat tidur, di bawah selimut sambil memandangi langit dan danau dari jendela. Kemudian aku beranjak ke dapur, membuat teh hangat dan mengambil buku dari raknya. Aku kembali ke tempat tidur, meletakkan teh di atas meja samping tempat tidur, lalu membaca lembar demi lembar buku fiksi yang sedang kupegang. Langit teduh dan mulai gelap, cuaca masih setengah mendung, atau karena sudah hampir senja? Burung-burung terlihat berkicau-kicau di antara ranting pohon, sementara katak mengoceh di sekitar danau. Mungkin sedang kawin atau bertelur. Tak terasa, malam sudah tiba, buku sudah habis dibaca, teh hanya tersisa...

Wanna cry so hard.

Ada tipikal orang yang kalo nasehatin malahan nusuk hati kayak belati. So did she, I don't like her. She really stressed me out like freak. Freak. And I don't know whyyy, why, everytime I want to get move, I can't. Not because I can't do that, but because if I do that, there's a heart will be hurted. Oh my God, help meee. So depressed.

My drama story.

Hi, peeps!  Ya, it's 12:45 AM and I still can't sleep (and lol I never take any chances of my insomniac time to study) So, I'm going to write something about my drama story. In this case, drama doesn't mean a life drama. It's drama that you play in front of the classroom. Well, the first time I play in a drama is when I was 13 years old. I love it so much. I was an expressive person (was-because now maybe I'm not), and love to act in front of the people. I always got perfect mark for my acting. Yes, I got 100 even though I was not a main character (not refer to humblebrag). I got a wizarding character. It's so funny, lol. I felt satisfied when I read the script, and act to happy, laugh, cry, making expression, or being somebody else like "wow, hey I'm living in another character!" Because my acting was good, my teacher took me to play in front of another classroom as a role model. It was nervous but people were cla...

Quote from Luna Lovegood in Harry Potter the Order of Phoenix

I'm just in love with this quote. It completed the end of the movie, I think, ehe. Well, I relate it to myself, so (you-know-myself-who-always-daydreaming), I made my own quote too. Lol. Here it is: "On that day, I hope I lose you, cause things that lose have a way of coming back to us in the end.  But then again I realized that you're not mine. You had never been mine." Lol. Oh my God, garing ya. Sorry. Bonus for you, the photo of the scene. Credit to the website where it belongs. I watched the movie from... *pssst, if you know what it is*

Blog Ini

Kayaknya aku mau memberdayakan blog ini untuk menulis perasaanku juga, bukan hanya keresahan sosial atau cerita-cerita horror doang kayak kemaren. Kadang emang nulis tuh lebih melegakan daripada curhat langsung ke temen. Ya gak sih? Mungkin juga ini karena aku baru baca-baca blog orang, they'd written their blog like nobody would read and see. Free like no one would judge their problem. Like... whatever. And that's what I want.

Saat Opname | Malam Jumat #4

Sabtu malam lalu, aku opname di sebuah Rumah Sakit karena DHF (Dengue Hemorrhagic Fever)/DBD. Aku diopname selama 3 hari 3 malam, selama di sana, ada sesuatu yang aku alami. Sabtu malam jam 23.00 aku menginap di sebuah kamar kelas 1 di lantai 2. Kamar tersebut tepat berada di depan ruang jaga perawat. Meskipun kamar tersebut merupakan kamar kelas 1, toilet pasien berada di luar ruangan. Untuk 12 kamar, ada 3 toilet pasien di ujung bangunan. Kamarku kira-kira 4 meter dari toilet-toilet tersebut. Di samping toilet, ada tangga darurat menuju lantai 1. Minggu pagi, seorang CS (Cleaning Service) datang untuk membersihkan ruangan. Namanya, sebut saja Mbak Dini. Ia sangat ramah. Mbak Dini adalah CS yang paling aku ingat karena ia yang paling sering datang ke kamar. Sabtu malam, minggu malam, kulewati biasa saja. Di kamarku hanya ada aku dan kakakku, kadang kalau kakakku sedang pulang ke rumah di malam hari, aku tidur sendirian di kamar sampai ia kembali ke RS. Senin malam, aku sangat in...

Gara-gara fitur ask me question.

Awal-awal lebaran lalu warganet instagram heboh dengan fitur ask me question . Awalnya adem-ayem, sampai suatu hari muncullah " tons of screenshoot " ( like serious , tiap nge- tap story rasanya yang muncul SS-an itu semua!). Screenshoot -an tersebut menyatakan bahwa orang-orang telah salah menggunakan fitur ask me question dan mereka juga menyampaikan bagaimana cara penggunaan fitur ini dengan "baik dan benar". Kira-kira gini kalimat umumnya, "Jadi harusnya tuh lo yang nanya ke followers lo. Bukan followers lo yang nanya ke lo" Beberapa hari tubir itu tetap bertahan di IG story , aku sendiri merasa bingung darimana mereka tahu cara ngegunainnya sedangkan instagram sendiri belum ngekonfirmasi konsep dari fitur itu. Apakah ternyata orang itu adalah penemu fitur tersebut? It's OK lah kalo mereka cuma ngasi tau gitu, but one by one SS itu nambah dengan kata-kata kayak, "Duh, untung gue ga norak duluan. Nih cara make yang bener!", or...

Jajanan Masa Kecil

Kalau diingat-ingat, kita pasti punya jajanan masa kecil, kan? Hehe. Dulu, waktu aku kecil, jajanan tradisional masih jadi favorit loh! Mulai dari cucur, apam, dadar gulung, keroket, serabi, putu bambu, dan masih banyak lagi. Barusan pas aku lagi masukin motor, pas banget ada suara yang familiar nggak jauh dari rumahku. " P uuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuttttt ", bunyinya panjang. Kue putu! Aku langsung bisa nebak. Nggak lama, mamangnya pun mampir ke rumahku. Dulu, waktu kecil, mamang kue putu emang sering mampir ke rumah. Mulai dari yang pake sepeda sampe dorong gerobak dengan jalan kaki, komplit dengan suara khas dari ketel uapnya itu loh! Entah kenapa, mamang-mamang itu selalu muncul saat lampu sedang padam dan ketika sore atau malam hari. Jaman-jaman tahun 2000-an, Pontianak sering terjadi pemadaman lampu bergilir, hehe. Mungkin waktu lampu nyala ada juga sih, cuma akunya yang nggak sadar, hehe. Kue putu ini bahan-bahannya sederhana. Tepung beras yang dicampur p...

Aku Makan Bakmi Ini Untuk Pertama Kali?!

Aku baru aja balik dari makan bakmi di Bakmi Raos jalan Wahidin. Beeeeh, udah 2 bulan kali ya nggak makan di sana, semenjak sebelum bulan puasa. Nggak kayak biasa, pesan original, hari ini aku pesan bakmi spesial gara-gara laper abis. Tadi pagi-pagi banget, aku cuma sarapan seiprit saking buru-buru pergi ke kampus. Dari pleno jam 9 sampe selesai ujian jam 2, lanjut main ke kos Septi sampe jam setengah 5. Ga ada makan lagi tuh cuyy. Bayangin, wkwk. Lanjut, Setelah pesan, aku nunggu makanan dateng sambil lanjut nonton School 2017 dong (sebelum harus belajar lagi buat ujian hari Sabtu, kan! Wkwk) Sebelumnya aku ga pernah pesan yang spesial tuh. Eh, pesanan pun dateng. Ada satu mangkok gede, dan satu mangkok agak kecil. Di dalam mangkok gede itu ada mi, trus potongan ayam kecap gitu, sawi, daun bawang, pangsit basah sama pangsit goreng. Porsinya emang lebih banyak daripada porsi original, terutama potongan ayamnya sih menurutku. Lanjuttt, di mangkok agak kecil, isinya ada d...

What has Aya told me.

Beberapa minggu lalu, Aya dateng main ke rumah. Kami cerita banyaaak banget, karena udah tiga tahunan nggak ngobrol lama. Sejak kuliah berjauhan, ketemu cuma beberapa kali, pas di bandara atau pas lebaran doang. Aku dan Aya udah sahabatan sejak kelas 3 SMP, dan sejak SMA kita dekat banget karena kita satu SMA dan satu kelas sampe lulus. Aya typically adalah seorang pendengar dan dewasa banget, makanya dari dulu aku senang curhat sama dia. Kemaren aku ngerasa dilema. Aku pengen curhat, tapi aku nggak enakan untuk curhat, padahal dulu aku nggak pernah ragu untuk curhat ke Aya. Aku pengen curhat ke Aya kalo beberapa waktu lalu aku ngerasa kecewa sama seorang temanku, tapi aku takut Aya akan berpikir curhatan ini adalah masalah yang sepele, atau, masalah kekecewaanku itu ga perlu aku hiraukan, ya, awalnya aku kira seperti itu. Karena selama ini kalo aku curhat ke teman, seringkali aku dapet tanggepan, “udahlah, cuma perasaan kamu kali.” atau, “sebenernya itu masalah yang...

Malam Jum'at #3

“Aku juga ada di sini....” Cerita yang kutulis ini adalah kisah nyata yang kualami 4 tahun yang lalu. * * * Saat itu bulan Februari 2014. Aku terpilih menjadi salah satu peserta Fahmil Qur’an delegasi sebuah khafilah di kegiatan MTQ Kabupaten. Kegiatan itu dilaksanakan di sebuah tempat yang jarak waktu tempuhnya dari kotaku sekitar 30-45 menit dengan menggunakan bus. Kami akan mengikuti kegiatan hingga 4 hari mendatang, dan menginap di sana juga. Singkat cerita, kami menginap di suatu bangunan. Bangunan itu berada di antara pasar dan  tempat utama pelaksanaan lomba MTQ. Kira-kira jarak ke pasar maupun tempat lomba masing-masing sekitar 300 meter. Bangunan itu berdinding dan berlantai semen. Langit-langit ruangan menggunakan papan dan jendelanya masih kayu. Bangunan itu terdiri dari 2 ruang cukup besar untuk kamar. Kamar perempuan ada di dalam dan kamar yang pintunya langsung ke lapangan luar digunakan sebagai kamar laki-laki.  Ada sebuah kamar mandi, ruang...

Malam Jum'at #2

“Pas aku cek, pintu lab itu terkunci rapat....” Cerita ini adalah pengalaman temanku yang terjadi 2 tahun yang lalu. Nama orang-orang yang ada di dalam kisah ini disamarkan untuk menghormati privasi. * * * Namaku Aryo, kisah ini terjadi sekitar 2 atau 3 tahun yang lalu. Saat itu aku adalah seorang mahasiswa baru di sebuah kampus. Awal-awal perkuliahan, mahasiswa baru seringkali diperingatkan bahwa kami tidak boleh meninggalkan barang-barang, terutama di laboratorium. Konsekuensinya adalah barang-barang tersebut akan ditaruh di luar lab. Siang itu aku praktikum, aku tidak tau itulah awal mula dari kejadian ini. Malam setelah pulang dari kampus, aku baru ingat bahwa aku meninggalkan binderku yang berisi DHK (Daftar Hadir Kuliah) di lab. Karena panik, akupun pergi ke kampus untuk mengecek dan mengambilnya. Aku mengajak salah satu temanku, Reza, untuk menemaniku ke kampus. Aku ke kampus sekitar jam setengah delapan malam. Kampusku memiliki 5 gedung. Gedung 1, 2, ...

Malam Jum'at #1

“Dia berdiri di bawah pohon mangga besar di tengah sekolah yang sudah sepi. Di bawah gerimis; sendirian.” Cerita yang kutulis ini adalah kisah nyata yang terjadi 9 tahun yang lalu. Nama orang-orang yang ada di dalam kisah ini disamarkan untuk menghormati privasi. * 2009. Bapak memarkir mobil di seberang sekolah. Aku turun. Bau hujan masih sangat melekat, belum sampai setengah jam hujan reda. Aku membawa tikar yang bapak keluarkan dari bagasi. Hari ini hingga besok, sekolah mengadakan persami (perkemahan sabtu minggu) untuk menyambut anak-anak kelas 7 dari tamu gugus depan untuk menjadi calon penggalang. Setelah upacara pembukaan, aktivitas mulai berjalan. Anak-anak kelas 7 mulai memasang tenda di lapangan takraw, beberapa diantaranya menyiapkan dapur di dua ruang kelas. Aku ditugaskan untuk membantu panitia menyapu kelas 7A yang akan dijadikan ruang barang-barang. Di kelas itu ada tiga orang. Aku dan dua orang lagi yang belum aku kenal. Dia menyapu lantai dengan lema...