Skip to main content

Patah Hati


Patah hati itu persis seperti jatuhnya pesawat.
Naik, meninggi, meninggi, meninggi, ada yang salah, wuzzzz jatuh bebas dan hancur berkeping-keping.
Itulah kenapa ada critical eleven, ya. Apalagi 3 menit pertama yang digunain untuk mencari posisi stabil dan mengontrol kecepatan ketika pesawat mulai mengudara.


Saya yakin, di masa-masa awal jatuh cinta, harapan itu sedang naik-naiknya, meninggi, meninggi, meninggi. Jika ada yang salah, wuzzzz, dengan mudahnya hati akan terdampar dengan kondisi berkeping-keping pula.
Mungkin sama halnya dengan critical eleven dalam penerbangan. 3 menit pertama jatuh cinta itu merupakan hal terpenting sekaligus berbahaya. Bayangkan saja, kita harus memposisikan hati dengan stabil saat jatuh cinta serta mengontrol perasaan kita yang pastinya tumbuh begitu cepat saat itu.


Penting juga mengedukasi diri, bahwa, pesawat itu take off perlahan-lahan. Tidak terbang langsung tegak lurus. Namanya juga pesawat, bukan roket :)


Maka jika nanti kamu jatuh cinta lagi, lakukan perlahan-lahan, sabar, jangan terburu-buru. Perjalanan mungkin akan sangat panjang hingga dapat landing di hatinya.

Comments

Popular posts from this blog

Surat untuk cinta pertama saya

Untuk kamu, yang sepuluh tahun lalu, membuat saya hanyut dalam nyanyian lagu First Love, Nika Costa yang diputar di radio. Untuk kamu, yang sepuluh tahun kemudian, membuat saya terisak saat membaca webtoon Matahari 1/2 Lingkar. Hai! Apa kabar? Saya harap kabar kamu baik-baik saja seperti terakhir kali kita mengobrol lewat pesan Facebook, tujuh tahun yang lalu. Kalau dihitung-hitung, ternyata saya sudah kenal kamu selama dua belas tahun, ya? Selama itu juga saya tidak pernah benar-benar melupakan kamu. Hhhh, kenangan tentang kamu, kenapa rasanya sangat membekas? Saya sudah berkali-kali minta pada Tuhan, agar tempat otak saya menyimpan memori tentang kamu itu diformat saja. Biar saya bisa simpan materi-materi biokimia yang bikin saya nangis kejer di semester dua dulu, di situ. Tapi, sepertinya belum dikabulkan. Saya masih saja ingat banyak hal tentang kamu. Saya masih ingat hari di mana saya pertama kali melihat kamu; di lantai dua, tepat di depan ruang guru. Saat itu bel istirahat baru ...

as an INFJ

Yes, as an INFJ... I'm judging. I'm just not telling you... the things you don't wanna hear. I won't put much effort and energy to have arguments with someone else.

:)

I don't know why I fell in love with you, but I felt safe and secure. I could tell what I feel and you listened to me, yo'd never judged me. Dia ngehargain banget ketika aku butuh tenangin diri sendiri dulu. Dia paham kalo aku perlu waktu untuk bener-bener ngerespon emosi sedih dan kecewa aku. Dia tau gimana cara menghadapi dan memvalidasi perasaan dan emosi orang lain. Dia ga maksa aku untuk cerita dan nyelesein semuanya dalam satu waktu. I can't thank enough, bagi aku rotasi stase mayor yg itu cukup berat. Tapi dengan dia, rasanya bisa aku lewati dengan lebih mudah. Jujur sulit banget buat move on. Tapi setelah malam itu dia kasi penjelasan, harusnya aku bisa lebih lega untuk ngelepasin perasaan ini satu persatu. Makasih banget karena udah jadi bagian dari kenangan manisku, terutama saat koas. Aku berharap semoga suatu hari nanti kamu bisa dapet pasangan yang baikkkk banget, yg bisa menambahkan kebahagiaan dalam hidup kamu d...