Skip to main content

Posts

Showing posts from August, 2019

Toxic Friend

One of them is the one who says , " that's because of me you're reaching it ." Banyak banget kriteria temen yang toksik. Tapi kali ini gue mau bahas satu, yaitu: temen "penyemangat" yang toksik. Support, meskipun kita udah punya support dari keluarga, atau pacar, kita tetep butuh support dari temen. Terutama kalo emang temenlah orang-orang yang tiap hari kita temui dan paling deket sama kita, sementara keluarga lagi jauh. Tentu, sebagai seseorang yang sudah disupport dan diberikan bantuan, kita perlu berterimakasih dan menghargai support dan bantuan yang mereka berikan. Tapi bukan berarti selama proses menggapai sesuatu itu lo sendiri ga punya effort kan? Hal pertama yang harus lo pahami adalah, lo harus berterimakasih juga sama diri lo sendiri. Tapi, kadang ada aja temen, so called "toxic friend" yang kayaknya pengen eksistensi dan atensi lebih dalam pergaulan. Salah satunya adalah mereka yang bakalan bilang, "yah siapa dulu ...

Sakit

Beberapa hari ini sakit. Demam pula. Astaghfirullahaladzim. Efek kabut asap di Pontianak dan ini terjadi tiap tahun. Sedih banget kenapa gini terus. Capek juga udara jelek. Tiap narik napas tu rasanya kotor banget. Tenggorokan udah radang, pilek terus-terusan. Tiap bangun pagi buka jendela rasanya pengen nangis. Masih mencoba bersyukur, dan berharap ndak bakal parah sakit ini. Aamiin.

Shadow

I was desperate being this version of myself. Pikir gue. Shadow . Bayangan . Sifatnya semu, berada di bawah dan cuma mengikuti . Bahkan kadang nggak dianggap . Beberapa waktu kemaren gue ngerasa gue cuma bayang-bayang dari seseorang. Gue temenan baik sama orang ini. Dia baik dan oke aja. Tapi sejak awal gue deket sama dia gue ngerasa jadi orang yang terabaikan. Asli baru pertama kali itulah gue ngerasain gimana rasanya. You know why? Karena tiap ada orang lain pas-pasan sama kita berdua misalnya, orang itu pasti nyapa temen gue ini, but they didn't do the same thing to me. Nggak kenalan, adek kelas, bahkan hingga dosen. Awalnya gue pikir, ah yaudahlah. Tapi lama kelamaan sakit juga ya jadi orang yg diabaikan. Hahaha. Selalu dia yg dipandang, diajak ngobrol, dan gue cuma berdiri diem. Kadang gue pura-pura sibuk sama hp gue sendiri, ngehibur diri sendiri supaya ga begitu ngerasa terabaikan. Padahal di hp gue cuma refresh-refresh timeline twitter. Pernah sekali gue nangis...