Skip to main content

Posts

Showing posts from 2020

WAH THIS IS THE WORST.

Guys, I didn't even mentioned any fandom name in my status, but Line translation made it bad. This, I can't believe this: *smh* I'm done with Line translation.

This is why you can't trust Line translation.

Gue ngga tau sejak kapan line ada fitur translatenya, cuma emang sejak beberapa bulan lalu gue ngeh status line bisa diterjemahkan. Suatu hari, gue yang masih sering nulis status di line ini iseng sama bentukan status gue setelah diterjemahkan. Gue klik dong fitur translate itu. Betapa kagetnya gue, terjemahan line bener-bener di luar ekspektasi. Gimana engga, coba aja lihat: Gue sampe ngga bisa ngerti sama maksud terjemahannya. Lagi,  Padahal di mimpi itu, gue dan temen-temen diselametin sama mas-mas yang jual popcorn, bukan mau beli popcorn. Hahaha. That "a little magical power tho" Jadi, di Malaysia itu ada perusahaan air. Di perusahaan air itu ada TPI Korea, but what does TPI stand forrr? Televisi Pendidikan Indonesia? Hahaha. I didn't even mention Korea, guys. Terus kerjaan gue adalah mendukung perusahaan dengan cara menggambar pokemon favorit si bos? Hahaha. Guess what? Fitur transla...

100 reasons I would like you

I haven't decided to marry someone or not. I'm still figuring out what's my goal in married life, cause I don't want to marry just to fulfill social's expectation and judgement. Well, but that doesn't mean I don't have any attraction to anyone. I might look for someone like this and someone like that. I might find someone is interesting and or awesome. My heart fluttering, and my cheeks blushing. There are many reasons why I like someone, why these things happen, and I want to tell some of them. So, here I am, starting a new segment on my blog: 100 reasons. I'll see you soon in the first reason! Bye, xx.

Gue akan cerita sedikit.

Jadi ceritanya gini, kemaren umur gue bertambah, dan gue mengalami mimpi pertama gue di umur 23, wkwk. Sebenarnya mimpi yang akan gue ceritakan ini cukup menyedihkan sih, karena gue ditolak! Ditolak apakah itu? Haha, oke mari kita mulai dengan masuk ke point of view gue di mimpi itu. ___ Gue menjalani hari-hari dengan bosan, gue ngga berminat untuk nonton TV, atau kejar-kejaran dengan anak-anak lain di halaman. Satu-satunya hal yang mau gue lakuin cuma baca buku di bawah pohon. Tapi, hari itu berisik banget. Anak-anak lain juga pada main di deket pohon tongkrongan gue. Hhhhh, gue merasa ngga begitu betah jadi anggota kerajaan, terutama karena pautan usia gue dengan anak-anak anggota kerajaan ini terpaut cukup jauh. Mereka masih berusia 7-9 tahun, sementara gue udah 16 tahun. Anak-anak yang 2-3 tahun lebih tua daripada gue udah pada kuliah ke luar negeri. Hhhhhh. Gue akhirnya berjalan menjauh, mencari tempat yang lebih tenang untuk baca buku. Hari ini taman tampak lebih inda...

I think I'd have a heart attack.

I'm just becoming k-pop fans since last month. They are amazing, awesome and talented. But the main problem is my heart beats so fast and loud more than any marching band can make. I think I need to do anything else. Reading, studying, and even doing my laundry. But I end up wake up in early morning just to watch their videos, and catch up with their SNS. Maybe I just haven't adapted yet, I'm still trying, even though it's damn hard. They're too good to be ignored. Yeah, I think I need to manage my time. I'd set two hours a day for fangirling. Is it enough? I hope it is!

ㅋㅋㅋㅋ

ㄱ우에 ㅌ우릿 인이 다람 밯앗아 Indonesia 다비 박에 한글 수가야 리벧 아자. ㅋㅋㅋㅋ.

My goals for the future.

Mmmmm.... Tema ini, pernah gue tulis di diary gue tiga bulan yang lalu. Tapi kayaknya gue ragu untuk tulis di sini. Bukan karena ini bahasan yang sensitif banget sih, cuma kadang kalo gue taroh goals gue di platform umum kayak gini, terus ngga tercapai, gue bakal down banget (berkali-kali lipat). Tentu bisa jadi itu cuma gue yang rasakan. Orang lain punya mimpi-mimpi hebat dan gue juga senang mendengar mereka bercerita. Tapi... bagi gue, sampai saat ini canggung banget rasanya kalo harus nulis goals dan diketahui banyak orang. Terakhir gue lakukan itu waktu ospek jurusan pas gue maba. Iya, gue rasa itu yang terakhir. Mungkin besok-besok gue berubah pikiran dan akhirnya bercerita? Bisa jadi. Tapi hari ini, belum.

Loving someone.

Mencintai seseorang, gue beberapa kali mengalaminya. Ada banyak hal yang bisa gue ambil jadi pelajaran hidup. Salah satunya: cintai diri lo sebelum cinta sama orang lain. Dulu, saat mencintai seseorang, sebagian besar waktu gue habiskan buat nyari tau dia suka warna apa? Klub bola favoritnya apa? Apakah dia main instrumen? Instrumen apa yang dia mainkan? Dia suka makan apa? Film dan artis favoritnya? Gue tau. Gue tau semuanya. Gue bahkan nyari tau dia suku apa, dan berusaha belajar bahasa daerah tempat suku dia berasal. Ketika gue mencintai seseorang, gue seringkali berubah menjadi seseorang yang bukan diri gue sendiri. Gue mulai tertarik sama real madrid meski klub favorit gue barcelona, gue jadi suka latihan gitar dan upload di media sosial padahal skill gue masih payah, gue marathon avengers padahal sebelumnya gue ngga ngerti, gue pergi ke kantin di mana dia pergi padahal kantin langganan gue lebih deket sama kelas. Dulu, ketika gue mencintai seseorang... I was not mysel...

Someone who inspires me.

Wah, siapa ya? Nyahahaha. Gue belum kepikiran. Tapi, entah kenapa pas banget, hari ini gue masih nonton Waikiki episode sebelas. Jadi kayaknya gue mau masukin suatu scene yang dialognya ngena banget buat gue. Kata-kata ini dari Du-shik oppa ketika dia dan Soo-ah eonni di kantor polisi. Aaaaand, here it is: Yaaaaayyy!!! 힘내! Hari ini Du-shik oppa-lah yang menginspirasi gue. Hahaha. Terima kasih udah berkunjung dan membaca hari ini. Sampai jumpa besok! Byeee

Sekolahan.

Sebagian besar cerita tentang sekolah gue udah pernah gue bagikan di postingan-postingan sebelumnya. Gue sampe bingung sendiri mau cerita apa lagi. Setelah nyontek ke blognya Aya  di sini , gue akhirnya “aha” untuk nulis apa, walaupun ngga “aha-aha” banget. Nyahahahah. Oke, kita mundur ke... delapan belas tahun yang lalu... Kala itu gue bukan kale (jiah, emang nkcthi!). Kala itu gue adalah seorang anak kecil yang kalo yakult-nya direbut, bakal nangis kejer sampe nari jaipong. Ngga ngga. Tapi iya, gue bakal nangis banget, nyahahah. Karena emang pernah kejadian! Jadi dulu, gue TK di TK Islam Harapan Indah. Gue satu kelas dengan seorang anak bernama Yupi. Dia ini sukaaa banget sama yakult. Pernah tuh, temen gue yang lain yang namanya cacha, bekal yakult, terus direbut sama Yupi dan diaku-akui sama dia kalo itu punya dia. Suatu hari gue mau membuktikan seberapa anehnya Yupi terhadap yakult. Gue pun nekad membawa yakult ke TK. Bener aja, hari itu Yupi ngaku-ngaku kalo itu pu...

Something inspired of the 11th image of my phone.

Hmmm, nothing . Cuma baju kotor yang lagi dicuci di dalam mesin cuci. Mungkin mau kasi nasehat ke diri sendiri aja kali ya. Rajin-rajinlah mencuci baju, jangan sampai menundanya hingga jadi gunungan baju yang menumpuk. Capek juga nyuci banyak baju sekaligus, wkwk. Sekian.

A lesson I've learned, but it's a clickbait.

Hari ini gue ngga bisa nulis duluuuu sesuai temanya. Pikiran gue cukup semrawut. Oke, gue ceritain. Jadi gue daftar workshop kepenulisan dan literature review yang diadain sama departemen riset fakultas gue. Gue pikir bagus juga nih kalo gue ikut, mumpung naskah publikasi gue belum gue submit ke jurnal. Nah, di kegiatan ini kan ada sesi bedah naskah tuh... naskah-naskah yang mau dibedah disubmit ke panitia. Gue submit lah naskah gue. Katanya sih cuma 5 naskah terpilih aja yang bakal dibedah. Tiga hari yang lalu, gue buka wa, dapet rundown kegiatannya. Gue langsung kayak: haaaaah? Ada sesi presentasi naskah terpilihnya juga doong oleh peserta. Abis nih gueeeee. Suerrr, di poster tuh ngga ada dikasi tau kalo bakal ada presentasi! Tau gitu kan gue ngga submit! Gue terus berdoa berhari-hari dan berharap naskah gue ngga masuk 5 yang terpilih itu. Tapi nasib berkata lain. Siang itu gue baru aja abis mandi, dan ngeliat pengumuman kalo judul naskah gue masuk. Gue udah mau kejang-kejang aja kay...

A letter to someone

Hhhhh, sebenarnya gue udah berencana bikin tulisan yang sedikit lebih elegan. Yang gue pikirkan adalah surat untuk pasangan gue di masa depan. Tapi, ternyata hari ini keadaan gue ngga begitu baik untuk menulis. Selain ke RS ngambil obat, lanjut baca buku, dan nonton Waikiki, rasanya ngga ada hal lain yang pengen gue lakuin hari ini *mengetik dengan lemas*. Mungkin tulisan itu akan gue ketik dan publish di kemudian hari, ketika perasaan gue lagi baik untuk menulisnya. Sekarang, gue bakal nulis surat ke diri gue di masa depan aja. Hai, gue di masa depan! Ini mungkin akan menjadi kapsul waktu buat lo karena gue tulis ini di tanggal tiga belas oktober tahun dua ribu dua puluh. Saat lo baca ini, tanggal berapa? Semoga lo ngga disorientasi waktu karena kebanyakan makan indomie *ga deng, hehe, becanda* Gue baru aja selesai nonton Waikiki episode lima, sampai perasaan bersalah gue muncul karena belum buat tulisan untuk hari ke dua puluh tiga ini. Gue kesel juga... karena harus nul...

A Day in My Life

Sungguh tema yang tidak tepat bagi gue di masa pandemi ini, alias, apa yang mau gue ceritain kalo hampir seluruh waktu di hari ini gue gabut banget? Tapi, baiklah, akan gue ceritakan. Gue bangun di pagi hari dan merapikan tempat tidur. Kemudian gue pergi ke kamar mandi untuk mencuci muka gue yang cantik jelita ini. Gue lalu keluar dari kamar mandi dan mengambil keranjang baju kotor gue dan pergi ke tempat di mana mesin cuci di rumah gue terletak. Gue memasukkan baju-baju kotor gue, memasukkan air, dan detergen cair ke dalamnya, lalu membiarkan mesin cuci itu mencuci baju-baju kotor gue. Sambil menunggu baju gue selesai dicuci, gue sarapan. Tadi pagi, kakak gue bikin siomay, jadi gue makan siomay. Campuran dari siomay, kentang, tahu, kol, telur rebus, dan saos kacang memang ngga pernah salah. Gue taburi bawang goreng dan kecap supaya gurih dan manis. Terakhir, gue tumpuk kerupuk di atasnya. Siomay itu gue habiskan dengan cepat. Satu, karena enak. Dua, karena gue laper belum makan dari S...

LOVE.

What is love? Who taught you about love? Where did you read about love? How do you feel about love? I can't never really give an exact answer to these questions. When I was a kid, I'd heard that people said my parents love me. I'd gone to the mosque, and people said that God loves us. Then, I'd watched the TV on the independence day, people said that they love their country and nation. I've grown up, and read the teenlit novel, it was something about love between two people. I'd met somebody and my heart beat fastly, somehow I couldn't move, my back felt warm and cold at the same time. That somebody I called "my first love". They said love is in my heart. But now that I found it's a role of my autonomic nervous system and hypothalamic-pituitary-adrenal. They said love is give and take. But, I'd given my love to someone and never took anything called love from him. People said, love is good. But, then, their lover hurted them. People said, l...

My forever celebrity crush!

Gue perlu disclaimer dulu nih kalo sebenernya ini tulisan untuk hari ke dua puluh, sementara ini udah hari ke dua puluh satu. Gue tuh udah tau mau nulis apa, tapi hp dan laptop gue mati. Eh, semalem gue malah ketiduran dan mimpi kalo gue udah nulis dan publish tulisan ini. Paginya, gue masuk ke blog gue dong, ternyata postingan itu tidak ada teman-temaaaan. Bahkan gue juga mimpi doi dateng ke kampus gue dan kita makan berdua ke Marugame Udon *ngimpi bangeeeet * Sekian disclaimer gue. (KBBI) se.leb.ri.tis: bentuk tidak baku dari selebritas (KBBI) se.leb.ri.tas: pesohor (KBBI) pe.so.hor: orang yang tersohor (terkenal, termasyhur, ternama) Cukup berat bagi gue untuk membeberkan ini. Orang-orang sebagian besar tau kalo celebrity crush gue adalah Greyson Chance, atau Nanon, atau Nicholas Saputra. Tapi hanya segelintir yang tau kalo celebrity crush gue yang sebenarnya adalah orang ini: my favorite boy. hmmmm gue senyum-senyum sendiri nih liat fotonya, haha. grogi! Pertama kali gue tau orang...