Skip to main content

Posts

Showing posts from 2022

dear, m.

gue pikir dulu gue bisa lewati stase ini karena ada lo, tempat gue bisa cerita semua keluh kesah, selalu blg gue pasti bisa, semua bakal berlalu, selalu kasi semangat. ngga. ternyata gue bisa sampe di minggu ini karena gue punya teman-teman sekelompok yg hebat. not bcs of you. lo, dan momen sama lo adalah hal yg sangat berkesan buat gue di tahun ini. but... just like what I said few weeks ago, I'll let you go. gimana lo menghilang, begitu juga perasaan gue ke elo bakal menghilang. until next time, as a stranger, or something else, M.

whatcha did ta?

Gue ga tau ta maksud lo apa selama hampir 4 minggu ini. It was not supposed to be like that between us. Lo tau lo siapa, dengan siapa lo sekarang, dan lo tau gue siapa, dengan siapa gue sekarang. Lo masih aja memperjelas apa yg terjadi antara gue dan dia, why? just to make me down? Lo inget kan malam itu? You asked me to came with you, dan kenapa lo bisa-bisanya, dan beraninya, grab my hand and ngepuk-puk kepala gue waktu gue ketakutan abis lo kagetin di samping kamar mayat?! Lo boleh bukain pintu, nemenin gue, beliin makanan, bawain barang, ngasi makanan ke piring gue and any other services karena gue tau lo act of service garis keras and I WON'T MELT I SWEAR. Tapi... once you touch me. How dare you? I don't know "whether you know that I am a physical touch kind-of-love language or not" Lo tuh udah sama orang lain! And you know I'm having crush with your bestie kan? Ta, lo bener-bener tega. You left me feeling guilty sama cewe lo yg super baik itu. Fo...

I'm not Meredith Grey, and you're not my McDreamy

Your eyes are the ocean The peaceful pacifio Looking into them is like drowning deep into Mariana To the very bottom of your heart Your hands are the waves Cold but warm Strong yet beautiful God's creation The existence of blessing Your presence is the terra firma Asia, australia, america Missing you is like wondering how to travel Wishing you're here is like begging God for a living Love and you. The sky and the earth. And I, melt between the two. — Irmaningsih, August 16th 2022

koas tahun kedua.

Ternyata udah taun kedua aja nih koas. Tahun pertama koas dilalui dengan penuh excitement. Taunya di tahun kedua berasa cape banget. Tiap mau tidur yang kepikiran adalah "ya Allah besok masih koas", dan pas bangun pagi yg kepikiran pasti "ya Allah pagi ini bangun untuk koas lagi". Jenuh. Jenuhhhhh banget. Masih belum nemuin gimana caranya tetap bisa melalui tahun kedua ini dengan happy kiyowo, apalagi kalo sekelompok bareng orang-orang yg menyebalkan, level of tiredness meningkat berkali-kali lipat. Sadar sih, setelah koas, pasti hidup lebih berat lagi. Kerja, tanggungjawab lebih besar, stressful. Ternyata tambah dewasa ga seindah yg gue bayangkan waktu masih kecil. Things are getting harder. Harder, harder and harder. Apa gue bisa melaluinya sendiri? Apa gue butuh partner? Banyak. Banyak bgt ya yang harus dipikirkan. Pada akhirnya gue cuma pengen tidur. Tidur... tidur yang dalem kayak abis disuntikin propofol. Hhhhh, gapapa. Dikit lagi, 3 rotasi stase lagi. Pasti b...