Skip to main content

A Day in My Life

Sungguh tema yang tidak tepat bagi gue di masa pandemi ini, alias, apa yang mau gue ceritain kalo hampir seluruh waktu di hari ini gue gabut banget?
Tapi, baiklah, akan gue ceritakan.

Gue bangun di pagi hari dan merapikan tempat tidur. Kemudian gue pergi ke kamar mandi untuk mencuci muka gue yang cantik jelita ini. Gue lalu keluar dari kamar mandi dan mengambil keranjang baju kotor gue dan pergi ke tempat di mana mesin cuci di rumah gue terletak. Gue memasukkan baju-baju kotor gue, memasukkan air, dan detergen cair ke dalamnya, lalu membiarkan mesin cuci itu mencuci baju-baju kotor gue.

Sambil menunggu baju gue selesai dicuci, gue sarapan. Tadi pagi, kakak gue bikin siomay, jadi gue makan siomay. Campuran dari siomay, kentang, tahu, kol, telur rebus, dan saos kacang memang ngga pernah salah. Gue taburi bawang goreng dan kecap supaya gurih dan manis. Terakhir, gue tumpuk kerupuk di atasnya.
Siomay itu gue habiskan dengan cepat. Satu, karena enak. Dua, karena gue laper belum makan dari SD. Ga deng, dari semalem.
Setelah sarapan, gue cuci piring. Dua aja sih piringnya. Piring gue dan piring kakak gue. Gue menuju ke arah kulkas, mencari yakult, tapi ternyata sudah habis. Hiks.
Mbak yakult belum ke rumah lagi, dan gue masih harus nunggu Mbaknya sampai hari rabu, alias, lusa, karena gue males mau keluar rumah buat beli yakult. Akhirnya gue minum air putih aja, gue lupa kalo ada susu.
Gue menunggu cucian gue selesai sambil menonton video baru Kimbab Family di YouTube tentang japchae (hmmm, gue jadi kepengen japchae!), lalu gue pasang earphone dan dengerin theme songnya iCarly yang judulnya Leave it All to Me. Jiahhhh, berasa jaman iCarly lagi. Habis itu, gue dengerin lagu-lagu lainnya. Owl City, Vanessa Carlton, sampe OneRepublic.
Setelah cucian gue selesai, tentu gue menjemurnya. Ngga berapa lama gue jemur, eeeeh hujan. Baiklah, akhirnya baju gue dijemur di gantungan di dalam rumah.
Setelah itu gue mandi, nimbrung sebentar di depan TV, lalu makan. Itu udah sore yaa cuy, udah abis ashar. Gue makan mi instan tapi ngga dimasak, wkwk. Gue rendam pake air panas, terus gue kasi telur rebus yang tadi pagi buat siomay. Selesai makan, masih hujan tuh kan, gue ambil buku dan baca di kursi.

Buku ini judulnya Everybody Lies, tulisan Seth Stephens-Davidowitz. Karena gue baru mulai baca, jadi gue ngga bisa cerita banyak. Tapi buku ini menarik banget karena dia mengungkap bahwa semua orang udah pasti pernah berbohong, tapi mereka sulit untuk berbohong sama internet.

Gue baru baca sampe bagian Obama dilantik jadi presiden sih. Saat itu survey-survey membuktikan kalo orang Amerika udah ngga rasis lagi, dibuktikan dengan tanggapan mereka (dalam survey) yang ngga begitu peduli bahwa yang menjadi presiden adalah orang kulit hitam (FYI, Amerika itu udah lama banget rasis sama kulit hitam, awal mulanya ya itu, karena berapa ratus tahun orang kulit hitam menjadi budak di sana. Tapi, sekarang kan udah ngga jamannya perbudakan orang kulit hitam lagi. But somehow, rasis itu masih ada di sana!), bahkan saat Obama naik jadi presiden, banyak yang bilang bahwa Amerika udah ada di fase pascarasis. Hmmm.
Ternyata, data di internet berbanding terbalik, Bung. Malam setelah pelantikan Obama jadi presiden, google trends menunjukkan peningkatan pencarian terhadap nigger dan nigger president, yang mana kata "nigger" itu rasis banget di sana. Si Seth Stephen ini mikir, oh, mungkin ada hubungannya sama lirik lagu? Tapi, kemudian disadari bahwa lagu-lagu rap itu ngga memakai kata nigger tapi nigga. Hal ini juga terbukti dengan beberapa metode lainnya (yang huft panjang banget kalo gue ketik di sini, wkwk) yang menyatakan kalo ternyata pencarian yang rasis paling tinggi malah bukan dari kawasan Selatan Amerika, terutama pendukung Partai Republik, tapi malah di daerah-daerah kayak bagian utara New York, bagian barat Pennsylvania, dan bagian timur Ohio, serta kawasan-kawasan industri, dan pedesaan lainnya.

Hal ini terbukti ketika akhirnya Trump terpilih jadi presiden setelah Obama.

Gue cukup kaget sih, dari awal bagian Prakata, gue udah tertohok. Bener juga. Gue bisa aja bohong sama ortu gue, sama temen gue, sama orang-orang di media sosial, sama dokter gue, sama orang lain lah pokoknya! Tapi gue merasa aman-aman aja untuk jujur saat mencari dan mengetikkan sesuatu di kotak putih itu: pencarian Google.
Kata Seth Stephen ini, ada banyak banget pencarian-pencarian kayak, "I hate my boss"—gue benci bos gue , "I'm drunk"—gue mabuk , "My daddy hit me"—papa gue mukul gue.

Gue sendiri saat insecure emang kadang adaaa aja tergerak buat melakukan pencarian di internet. Misal yaa, yang terakhir itu gue pernah nyari, "haircut for big forehead girl", "do people think short woman is like a kid?"
Gue tanpa sadar merefleksikan apa yang gue rasakan dan pikirkan menjadi pertanyaan-pertanyaan yang gue tujukan ke pencarian google itu.

Yang dibahas di buku ini bukan cuma soal politik kok, tapi juga hal-hal lain yang berkaitan dengan hidup kita. Kayak tentang seks, penganiayaan anak dan aborsi, sampe teman Facebook kita.
Tadi gue sempat nyoba tuh si Google Trends. Gue coba cari Justin Bieber. Ternyata pencarian terbanyak itu bukan dari New York, bukan dari Kanada, bukan dari tempat-tempat yang gue pernah denger, tapi pencarian terbanyak ternyata datang dari Zambia. Sebuah tempat yang gue baru denger (atau mungkin pernah denger sebelumnya, tapi lupa). Gue liat lagi pencarian terkait si Bieber ini apa. Gue tebak bakal banyak yang nyari tentang rumah tangga doi sama Hailey. Ternyata tidakkkk. Pencarian Bieber terbanyak adalah tentang lagu Yummy, download Yummy Justin Bieber, atau Justin Yummy lyric. Wkwk, aduh gimana ini, apa emang otak gue aja sih yang mikir gosip doang? Huft!

Setelah gue capek baca bukunya (karena hari mulai gelap, dan lampu di ruang tamu kenapa ngga enak banget buat baca hiks), gue pun ke kamar dan menonton Waikiki. Wkwk, terima kasih, Zaitin udah ngerekomendasiin ini. Gue pertengahan episode satu aja udah ngakak. Terutama tiap scene Jung-ki sama Park Sung-woon, wkwk.
Nah, karena gue pengen tenang dan damai dalam melanjutkan nonton drama ini, maka gue pun menulis tema hari ini lebih awal. Menggunakan hp pula, wkwk.

Abis ini gue paling bakal lanjut nge-drama, cuci muka dan pake skincare, lalu lanjut nge-drama lagi, terus tidur.

Maka, sekian lah A Day in My Life gue hari ini, wkwk.
Terima kasih udah berkunjung dan membaca. Semoga hari kalian menyenangkan! Byeee!

Comments

Post a Comment

Hi! I highly respect a nice comment

Popular posts from this blog

Surat untuk cinta pertama saya

Untuk kamu, yang sepuluh tahun lalu, membuat saya hanyut dalam nyanyian lagu First Love, Nika Costa yang diputar di radio. Untuk kamu, yang sepuluh tahun kemudian, membuat saya terisak saat membaca webtoon Matahari 1/2 Lingkar. Hai! Apa kabar? Saya harap kabar kamu baik-baik saja seperti terakhir kali kita mengobrol lewat pesan Facebook, tujuh tahun yang lalu. Kalau dihitung-hitung, ternyata saya sudah kenal kamu selama dua belas tahun, ya? Selama itu juga saya tidak pernah benar-benar melupakan kamu. Hhhh, kenangan tentang kamu, kenapa rasanya sangat membekas? Saya sudah berkali-kali minta pada Tuhan, agar tempat otak saya menyimpan memori tentang kamu itu diformat saja. Biar saya bisa simpan materi-materi biokimia yang bikin saya nangis kejer di semester dua dulu, di situ. Tapi, sepertinya belum dikabulkan. Saya masih saja ingat banyak hal tentang kamu. Saya masih ingat hari di mana saya pertama kali melihat kamu; di lantai dua, tepat di depan ruang guru. Saat itu bel istirahat baru ...

as an INFJ

Yes, as an INFJ... I'm judging. I'm just not telling you... the things you don't wanna hear. I won't put much effort and energy to have arguments with someone else.

:)

I don't know why I fell in love with you, but I felt safe and secure. I could tell what I feel and you listened to me, yo'd never judged me. Dia ngehargain banget ketika aku butuh tenangin diri sendiri dulu. Dia paham kalo aku perlu waktu untuk bener-bener ngerespon emosi sedih dan kecewa aku. Dia tau gimana cara menghadapi dan memvalidasi perasaan dan emosi orang lain. Dia ga maksa aku untuk cerita dan nyelesein semuanya dalam satu waktu. I can't thank enough, bagi aku rotasi stase mayor yg itu cukup berat. Tapi dengan dia, rasanya bisa aku lewati dengan lebih mudah. Jujur sulit banget buat move on. Tapi setelah malam itu dia kasi penjelasan, harusnya aku bisa lebih lega untuk ngelepasin perasaan ini satu persatu. Makasih banget karena udah jadi bagian dari kenangan manisku, terutama saat koas. Aku berharap semoga suatu hari nanti kamu bisa dapet pasangan yang baikkkk banget, yg bisa menambahkan kebahagiaan dalam hidup kamu d...