Skip to main content

If I could run away, where would I go?

Kulari ke hutan, kemudian menyanyiku...

Kulari ke pantai, kemudian teriakku...

Wkwk, ga deng. Emangnya gue Rangga AADC apa?


Sebetulnya, kalo pertanyaan ini ditanyakan pada gue delapan tahun yang lalu, alias pada saat gue masih berusia empat belas tahun, maka jawaban gue barangkali akan seperti ini:

"Gue rela kabur ke mana aja,

asalkan kaburnya sama Greyson kayak di video clip Sunshine & City Lights!"


Nyahahahah :D
Kalo sekarang ya engga lah, mana mau Greyson sama gue! (Kayak dulu Greyson mau aja Ir sama lo, wkwk)

Gue emang belum ada rencana kabur ke mana-mana, soalnya ngga punya duit, cuy! Tapi kalo gue udah punya duit banyakkkkk, gue pengen ke luar negeri. Ke mana aja, ke tempat yang indah, ke tempat yang aman, yang kalo bisa gue ngga ketemu orang yang kenal gue dan gue kenal, wkwk.

Hmmm, mungkin gue akan kabur ke destinasi yang lebih "alam" kayak gini:

Iceland. Photo by byond.travel


Atau kabur untuk menikmati arsitektur-arsitektur mengagumkan dari jaman Renaissance abad empat belas hingga enam belas seperti ini:

Frederiksborg Castle, Denmark. Architect: Hans van Steenwinckel the Younger.
Photo by: Circum-Mundum



Barangkali, bahkan gue akan kabur ke tempat di mana gue bisa berwisata kuliner! Btw, gue suka makanan Asia instead of  western food. Gue kayaknya pengen ke Thailand, mungkin... untuk makan ini:

Hat Yai Fried Chicken. Berasal dari daerah Hat Yai, Thailand. Ayam yang dimarinasi cukup lama, kemudian dicelup pada adonan tepung beras tipis-tipis, lalu dicemplungkan ke dalam minyak yang sangat panas di wajan. Disajikan bersama nasi ketan, saos cabe, saos asam, dan ditaburi dengan limpahan bawang goreng. Ayam yang crispy di luar dan juicy di dalam, berpadu dengan gurihnya nasi ketan dan bawang goreng, lalu disiram sedikit saos. Beeeeehhhh! (mouth watering).
Photo by Call Me Chicken


Pokoknya, gue maunya kabur ke luar negeri aja! (lagi: supaya ngga ketemu orang yang kenal gue, dan gue kenal).
Kemanapun lah! Asal ngga seperti di mimpi gue minggu lalu:



Sekian tulisan gue hari ini, kalo gue udah punya banyak duit (atau meski ga punya duit tapi dapet kesempatan), dan kepengenan gue kabur ke luar negeri ini terwujud, semoga bisa gue ceritakan juga di blog ini! (aamiin seribu kali).

Terima kasih, byeee!

Comments

Popular posts from this blog

Surat untuk cinta pertama saya

Untuk kamu, yang sepuluh tahun lalu, membuat saya hanyut dalam nyanyian lagu First Love, Nika Costa yang diputar di radio. Untuk kamu, yang sepuluh tahun kemudian, membuat saya terisak saat membaca webtoon Matahari 1/2 Lingkar. Hai! Apa kabar? Saya harap kabar kamu baik-baik saja seperti terakhir kali kita mengobrol lewat pesan Facebook, tujuh tahun yang lalu. Kalau dihitung-hitung, ternyata saya sudah kenal kamu selama dua belas tahun, ya? Selama itu juga saya tidak pernah benar-benar melupakan kamu. Hhhh, kenangan tentang kamu, kenapa rasanya sangat membekas? Saya sudah berkali-kali minta pada Tuhan, agar tempat otak saya menyimpan memori tentang kamu itu diformat saja. Biar saya bisa simpan materi-materi biokimia yang bikin saya nangis kejer di semester dua dulu, di situ. Tapi, sepertinya belum dikabulkan. Saya masih saja ingat banyak hal tentang kamu. Saya masih ingat hari di mana saya pertama kali melihat kamu; di lantai dua, tepat di depan ruang guru. Saat itu bel istirahat baru ...

as an INFJ

Yes, as an INFJ... I'm judging. I'm just not telling you... the things you don't wanna hear. I won't put much effort and energy to have arguments with someone else.

:)

I don't know why I fell in love with you, but I felt safe and secure. I could tell what I feel and you listened to me, yo'd never judged me. Dia ngehargain banget ketika aku butuh tenangin diri sendiri dulu. Dia paham kalo aku perlu waktu untuk bener-bener ngerespon emosi sedih dan kecewa aku. Dia tau gimana cara menghadapi dan memvalidasi perasaan dan emosi orang lain. Dia ga maksa aku untuk cerita dan nyelesein semuanya dalam satu waktu. I can't thank enough, bagi aku rotasi stase mayor yg itu cukup berat. Tapi dengan dia, rasanya bisa aku lewati dengan lebih mudah. Jujur sulit banget buat move on. Tapi setelah malam itu dia kasi penjelasan, harusnya aku bisa lebih lega untuk ngelepasin perasaan ini satu persatu. Makasih banget karena udah jadi bagian dari kenangan manisku, terutama saat koas. Aku berharap semoga suatu hari nanti kamu bisa dapet pasangan yang baikkkk banget, yg bisa menambahkan kebahagiaan dalam hidup kamu d...