Skip to main content

Gara-gara fitur ask me question.

Awal-awal lebaran lalu warganet instagram heboh dengan fitur ask me question.
Awalnya adem-ayem, sampai suatu hari muncullah "tons of screenshoot" (like serious, tiap nge-tap story rasanya yang muncul SS-an itu semua!). Screenshoot-an tersebut menyatakan bahwa orang-orang telah salah menggunakan fitur ask me question dan mereka juga menyampaikan bagaimana cara penggunaan fitur ini dengan "baik dan benar".
Kira-kira gini kalimat umumnya, "Jadi harusnya tuh lo yang nanya ke followers lo. Bukan followers lo yang nanya ke lo"

Beberapa hari tubir itu tetap bertahan di IG story, aku sendiri merasa bingung darimana mereka tahu cara ngegunainnya sedangkan instagram sendiri belum ngekonfirmasi konsep dari fitur itu.
Apakah ternyata orang itu adalah penemu fitur tersebut?

It's OK lah kalo mereka cuma ngasi tau gitu, but one by one SS itu nambah dengan kata-kata kayak, "Duh, untung gue ga norak duluan. Nih cara make yang bener!", or "Norak sih", and so on yang pada akhirnya stories mereka itu bukan berisi informasi tapi justifikasi ke-norak-an orang-orang dalam make fitur itu.

Aku jengah, dong. Aku googling, cari di youtube, tapi ga ada satupun informasi yang mendukung cara penggunaan yang disampaikan mereka tadi.

But I ain't got no proof juga untuk bilang gimana konsep yang benar dari fitur itu.

Beberapa hari lalu, ternyata pihak instagram resmi ngekonfirmasi konsep dari fitur ask me question mereka. Disitu terlihat bahwa pembuat story mengatakan "ask me question!" dalam kalimatnya, sehingga response yang didapatkan adalah pertanyaan dari teman-temannya.

Waini, story jadi rame lagi dong. Yang kemaren berkubu A, banting setir berkubu ke B.
Beberapa orang bungkam. Mungkin beberapa juga kebingungan siapa dari siapa yang sebenarnya norak. Atau mungkin juga ada yang mengutuk-ngutuk orang yang bilang "lo yang nanya ke followers, bukan followers yang nanya ke lo!" karena dia udah terlanjur ngatain orang lain.
Kubu yang kemaren merasa dijulid-in malah lebih rame. Mereka tertawa terbahak-bahak dan ngatain balik seolah-olah sedang membalas perbuatan kubu yang kemaren ngatain mereka norak.

Pada akhirnya, mereka sama saja.

Kemudian, begitu pentingkah cara ngegunain fitur ini dengan benar?
Wkwk, yah menurut aku pribadi sih nggak juga.

Instagram ngebuat fitur, dia ngasi konsep, dan terserah kita mau digunain kayak gimana. Asal bijak dan cerdas aja. Seandainya ini dipahamin sama warganet instagram dari kemaren, nggak akan ada masalah "caranya salah atau caranya bener."

Kita udah cukup gede dan bisa berpikir bahwa bikin tubir kayak gitu sangat nggak penting.
Dan lagi, nggak ada gunanya ngatain orang. Bilang orang norak juga nggak bakal buat kita menjadi the most up-to-date human in the universe.

Lagi, dan lagi. Kalau kita curious sama sesuatu, tapi kita sendiri ragu, mari cari tau lagi. Kalau memang belum ada informasi dari pihak resmi atau sumber terpercaya, ya ga perlu cepet-cepet nerima berita atau hal yang beredar itu.

Cuy, bahkan ketika temen-temen nge-story-in JARKOM di instagram, aku masih nyari tau kebenarannya lagi di JARKOM group angkatan loh. Hehe.

Terakhir, semoga kita bisa lebih humble lagi dalam menilai dan menyikapi apapun. Jangan mudah terpecah-belah hanya karena hal kecil.
Beda pendapat itu pasti, yang penting bisa saling ngehargain dan ngehormatin.

Sekian, makasih banyak yang udah baca, mohon maaf kalo ada perkataan yang menyinggung 🙏

Comments

Popular posts from this blog

Surat untuk cinta pertama saya

Untuk kamu, yang sepuluh tahun lalu, membuat saya hanyut dalam nyanyian lagu First Love, Nika Costa yang diputar di radio. Untuk kamu, yang sepuluh tahun kemudian, membuat saya terisak saat membaca webtoon Matahari 1/2 Lingkar. Hai! Apa kabar? Saya harap kabar kamu baik-baik saja seperti terakhir kali kita mengobrol lewat pesan Facebook, tujuh tahun yang lalu. Kalau dihitung-hitung, ternyata saya sudah kenal kamu selama dua belas tahun, ya? Selama itu juga saya tidak pernah benar-benar melupakan kamu. Hhhh, kenangan tentang kamu, kenapa rasanya sangat membekas? Saya sudah berkali-kali minta pada Tuhan, agar tempat otak saya menyimpan memori tentang kamu itu diformat saja. Biar saya bisa simpan materi-materi biokimia yang bikin saya nangis kejer di semester dua dulu, di situ. Tapi, sepertinya belum dikabulkan. Saya masih saja ingat banyak hal tentang kamu. Saya masih ingat hari di mana saya pertama kali melihat kamu; di lantai dua, tepat di depan ruang guru. Saat itu bel istirahat baru ...

as an INFJ

Yes, as an INFJ... I'm judging. I'm just not telling you... the things you don't wanna hear. I won't put much effort and energy to have arguments with someone else.

:)

I don't know why I fell in love with you, but I felt safe and secure. I could tell what I feel and you listened to me, yo'd never judged me. Dia ngehargain banget ketika aku butuh tenangin diri sendiri dulu. Dia paham kalo aku perlu waktu untuk bener-bener ngerespon emosi sedih dan kecewa aku. Dia tau gimana cara menghadapi dan memvalidasi perasaan dan emosi orang lain. Dia ga maksa aku untuk cerita dan nyelesein semuanya dalam satu waktu. I can't thank enough, bagi aku rotasi stase mayor yg itu cukup berat. Tapi dengan dia, rasanya bisa aku lewati dengan lebih mudah. Jujur sulit banget buat move on. Tapi setelah malam itu dia kasi penjelasan, harusnya aku bisa lebih lega untuk ngelepasin perasaan ini satu persatu. Makasih banget karena udah jadi bagian dari kenangan manisku, terutama saat koas. Aku berharap semoga suatu hari nanti kamu bisa dapet pasangan yang baikkkk banget, yg bisa menambahkan kebahagiaan dalam hidup kamu d...