Skip to main content

Curhat tentang anak.

Assalamu'alaykum

Hmmm, ternyata udah lama ya ga post di blog.
Kali ini lagi pengen cerita aja.
Pernah ga sih kepikiran kalo ntar punya anak... Mau disekolahin di mana ya?
Yah, pengennya sih pasti yang terbaik, terlengkap, terstruktur, pokoknya BoB. Best of the Best.
Berawal dari ada temen sekelas yang alumni sebuah sekolah, aku ngerasa tertarik sama sistem sekolah itu. Islamic boarding school, tapi juga modern dan nyaman. Dari profilnya di youtube yang aku tonton, terlihat betapa baiknya sistem sekolah tersebut dalam mengatur kegiatan baik di sekolah maupun asrama.
Yah, pastinya kagum. Jelas. Sekolahnya juga sekolah international dan akreditasinya bagus (aku lihat malah lebih dari standar ya kalo dibandingin sama sekolah-sekolah lain yang akreditasinya A). Keluaran sekolahnya juga bagus-bagus dan diterima di universitas-universitas terbaik, ga heran. Karena selain fasilitasnya, sistem mendidik mereka juga bagus.
Aku mulai cari-cari brosur dan menelusuri lagi profilnya. Tentunya satu di antara hal yang ingin kuketahui adalah pembiayaan sekolah tersebut.
Awalnya agak sulit, info yang aku dapat hanya uang pendaftaran 750.000 saja. Namun, setelah aku baca beberapa blog, aku lihat biayanya cukup lumayan 😂

Uang masuk saja 69-an juta. SPP 18 juta pertriwulan.
Kira-kira perkiraan biayanya selama sekolah 270-an juta dan belum termasuk biaya program ke luar negeri sekitar 1500 USD.

Hmmm, kebayang deh duit-duit itu di depan mata. Tapi kebayang doang, yang bener sekarang ga ada hehe.
Aku masih mikir-mikir ini. Tahun ini usiaku 21 tahun. Kalo seandainya aku nikah di usia hmm 26 deh, terus punya anak usia 27. Artinya ada 6 tahun kesempatan investasi sekolah dasarnya.
Tambah usianya sampai 15 atau 16 tahun deh. Artinya ada 21 atau 22 tahun.
22 tahun berjalan aku harus investasi sekolah anakku sampai kuliah.
Seru juga ya ngayalinnya, meskipun merinding juga sama biaya yang pasti sampai 22 tahun ke depan bakal naik dan naik lagi. Hhhhhhhh.

Ya Allah semoga dapet jodoh yang mau mengutamakan agama dan pendidikan anak ya Allah.
Semoga juga rejeki lancar buat biayain anak nanti. Baik rejeki sendiri maupun rejeki suami. Aamiin aamiin aamiin ya Rabb.

Comments

Popular posts from this blog

Surat untuk cinta pertama saya

Untuk kamu, yang sepuluh tahun lalu, membuat saya hanyut dalam nyanyian lagu First Love, Nika Costa yang diputar di radio. Untuk kamu, yang sepuluh tahun kemudian, membuat saya terisak saat membaca webtoon Matahari 1/2 Lingkar. Hai! Apa kabar? Saya harap kabar kamu baik-baik saja seperti terakhir kali kita mengobrol lewat pesan Facebook, tujuh tahun yang lalu. Kalau dihitung-hitung, ternyata saya sudah kenal kamu selama dua belas tahun, ya? Selama itu juga saya tidak pernah benar-benar melupakan kamu. Hhhh, kenangan tentang kamu, kenapa rasanya sangat membekas? Saya sudah berkali-kali minta pada Tuhan, agar tempat otak saya menyimpan memori tentang kamu itu diformat saja. Biar saya bisa simpan materi-materi biokimia yang bikin saya nangis kejer di semester dua dulu, di situ. Tapi, sepertinya belum dikabulkan. Saya masih saja ingat banyak hal tentang kamu. Saya masih ingat hari di mana saya pertama kali melihat kamu; di lantai dua, tepat di depan ruang guru. Saat itu bel istirahat baru ...

as an INFJ

Yes, as an INFJ... I'm judging. I'm just not telling you... the things you don't wanna hear. I won't put much effort and energy to have arguments with someone else.

:)

I don't know why I fell in love with you, but I felt safe and secure. I could tell what I feel and you listened to me, yo'd never judged me. Dia ngehargain banget ketika aku butuh tenangin diri sendiri dulu. Dia paham kalo aku perlu waktu untuk bener-bener ngerespon emosi sedih dan kecewa aku. Dia tau gimana cara menghadapi dan memvalidasi perasaan dan emosi orang lain. Dia ga maksa aku untuk cerita dan nyelesein semuanya dalam satu waktu. I can't thank enough, bagi aku rotasi stase mayor yg itu cukup berat. Tapi dengan dia, rasanya bisa aku lewati dengan lebih mudah. Jujur sulit banget buat move on. Tapi setelah malam itu dia kasi penjelasan, harusnya aku bisa lebih lega untuk ngelepasin perasaan ini satu persatu. Makasih banget karena udah jadi bagian dari kenangan manisku, terutama saat koas. Aku berharap semoga suatu hari nanti kamu bisa dapet pasangan yang baikkkk banget, yg bisa menambahkan kebahagiaan dalam hidup kamu d...