“Pas aku cek, pintu lab
itu terkunci rapat....”
Cerita ini adalah pengalaman temanku yang terjadi 2 tahun
yang lalu. Nama orang-orang yang ada di dalam kisah ini disamarkan untuk
menghormati privasi.
* * *
Namaku Aryo, kisah ini terjadi sekitar 2 atau 3 tahun yang
lalu.
Saat itu aku adalah seorang mahasiswa baru di sebuah kampus. Awal-awal
perkuliahan, mahasiswa baru seringkali diperingatkan bahwa kami tidak boleh
meninggalkan barang-barang, terutama di laboratorium. Konsekuensinya adalah
barang-barang tersebut akan ditaruh di luar lab.
Siang itu aku praktikum, aku tidak tau itulah awal mula dari kejadian
ini.
Malam setelah pulang dari kampus, aku baru ingat bahwa aku
meninggalkan binderku yang berisi DHK (Daftar Hadir Kuliah) di lab. Karena panik,
akupun pergi ke kampus untuk mengecek dan mengambilnya.
Aku mengajak salah satu temanku, Reza, untuk menemaniku ke
kampus. Aku ke kampus sekitar jam setengah delapan malam.
Kampusku memiliki 5 gedung. Gedung 1, 2, 3, 4 dan 5. Gedung 1
memiliki 3 lantai, sedangkan 4 gedung lainnya memiliki 2 lantai. Terdapat 2 laboratorium
untuk jurusanku yang berada di gedung 4, baik di lantai 1 maupun lantai 2. Saat
itu aku meninggalkan binderku di lab lantai 2.
Aku dan Reza sampai di kampus dan melihat dua orang satpam
berseragam hitam yang sedang berjaga di hall kampus. Aku izin kepada mereka
untuk mengecek ke daerah sekitar lab untuk mengambil binderku.
Kami melewati gedung 1, 2, 5 dan kemudian sampai di gedung 4.
Selama melewati gedung itu, kami harus membuka satu persatu pintu dan tralis
setiap gedung.
Sebelum sampai di lab jurusanku, aku melalui sebuah lab
jurusan lain, sebutlah Lab F, yang letaknya juga di gedung 4 lantai 2. Keadaan kampus
saat itu memang benar-benar sepi, bahkan Reg. B jurusan itupun tidak terlihat
mengisi lab.
Ketika aku dan Reza sampai di depan lab jurusanku, kami
mencari binderku, namun aku tidak menemukannya.
“Ga ada nih, Za.” Kataku
Reza masih membantuku mencari.
Aku merasa ada yang memperhatikan kami, sehingga akupun
melihat ke sekeliling. Aku melihat ada seseorang yang mengintip dari pintu di
dekat lab F. Orang itu berbaju hitam. Saat aku menoleh ke arahnya, ia langsung
pergi dan masuk ke dalam lab F. Aku yakin sekali melihat ia mengintip kami di
situ.
“Za, za, za, udah, Za. Kayaknya kita dimarahin satpam karena ngebuka-buka
pintu dan tralis. Pasrah aja lah kalo bindernya ilang.”
Aku dan Rezapun bergegas beranjak dari depan lab jurusanku. Reza
tidak melihat apa yang baru saja aku lihat.
Kami menutup pintu dan tralis di dekat lab jurusanku. Dan kembali
melalui lab F.
Aku kaget saat melihat bahwa lab F tertutup dan tidak ada
siapa-siapa di sana. Saat aku cek, pintu lab terkunci rapat dan lampu di dalam
lab mati. Seketika aku langsung merinding.
Kami bergegas menutup pintu dan tralis gedung yang kami
lewati dan kembali ke hall kampus.
Aku mengecek apakah yang tadi ku lihat adalah satpam, namun
ternyata tidak. Dua orang satpam itu sejak tadi tetap berjaga di hall depan.
“Ia mengintip kami dari
pintu itu...”
Comments
Post a Comment
Hi! I highly respect a nice comment