Skip to main content

Music and my life.

Bicara tentang musik, gue udah familiar sama musik sedari kecil. Mulai dari lagu anak-anak kayak lagu Bolo-bolonya Tina Toon, Diobok-obok yang dibawain sama Joshua, lagu-lagunya Trio Kwek-Kwek dan Tasya Kamila (apalagi lagu Libur 'tlah Tiba, beeeh), sampe lagu Bollywood yang tayang hampir tiap siang di taun 2000-an dulu gue hapal banget! 

Selain sebagai hiburan, gue juga belajar di sekolah menggunakan sarana musik, kayak waktu gue belajar di Madrasah dulu, guru gue ngajarin sifat-sifat Allah (wujud, qidam, baqa', mukhalafatul lilhawaditsi, ...) dengan cara dibikin menjadi lagu. Waktu gue TPA, kita juga diajarin lagu yang bunyinya gini, "...walaupun hidup seribu tahun, kalau kau tak sembahyang, apa gunanya?". Nah, familiar ngga lo?

Makin menginjak remaja, musik buat gue bukan hanya jadi hiburan semata, tapi juga media mengekspresikan diri. Pulang sekolah galau, ngga ada PR, gue bisa tahan di depan komputer, main game house Diner Dash sambil muter lagu D'Masiv di winamp. Jiaaahh, ada yang masih melakukan itu?

Btw, playlist D'Masiv gue dulu adalah lagu Cinta Ini Membunuhku, Merindukanmu, Di antara Kalian, dan Sudahi Perih ini. Kadang gue tambahin juga lagu Vierra: Rasa Ini, Sherina: Cinta Pertama dan Terakhir, BCL: Sunny (Cinta Pertama), sama lagu Raisa yang dulu pertama kali hits: Apalah Arti Menunggu.

Winamp. Tampilannya dulu bisa dikreatifin sendiri!

Selain lewat winamp, gue juga paling suka ngikutin siaran radio yang muterin lagu-lagu request-an orang-orang. Beberapa kali gue nemu lagu baru dan langsung nyesss, terus abis itu ngetik SMS pake lirik lagu yang udah ditulis duluan di binder, baru deh send all ke temen-temen. Hahaha.

Hidup gue dalam bermusik sebenernya gitu-gitu aja, hanya menjadi penikmat doang. Gue sih suka suka aja sama semua genre musik, asal enak didenger sama kuping gue. Ada beberapa genre yang jadi preferensi gue, beberapa di antaranya adalah Jazz, Country dan Pop-rock.

Setelah kelulusan SMP, gue mulai belajar gitar secara otodidak, kebetulan karena gue lagi libur kelulusan, gue bisa enam jam sehari belajarnya sampe jari-jari kapalan dan buat gue meringis!

Motivasi gue waktu itu cuma satu, yaitu pengen jadi kayak Taylor Swift dan bisa bikin lagu yang liriknya nyesek! Hahaha. Well, akhirnya tercipta sih satu lagu. Judulnya Sound of Heart, tapi hanya segelintir orang aja yang pernah denger. Setelah lagu itu, gue ngga pernah nyiptain lagu lagi. Gue lanjut main gitar sampe SMA, ngga pernah ikutan band, karena ngga pernah diajak. Haha! Pernah satu kali ngiringin temen nyanyi, waktu perpisahan angkatan gue. Sayangnya saat kita nyanyi tiba-tiba mati lampu. Bad luck banget!

Setelah masa-masa itu, intensitas bermusik atau menikmati musik gue jadi berkurang (berkurang, bukan ngga sama sekali). Gue juga palingan make musik tanpa lirik gitu buat belajar aja.

Selama perjalanan hidup gue di atas, musik sedikit banyak memberi dampak dalam hidup gue. Menghibur masa-masa kecil gue, menemani kegalauan dan kebahagiaan gue, mempermudah gue dalam menghafal dan belajar, jadi inspirasi gue untuk buat cerpen dan karya lainnya, serta jadi bahan obrolan sama orang kalo ngga tau mau bahas topik apa lagi, hahaha.

Oke, guys, kira-kira itulah cerita tentang musik dalam hidup gue. Tapi sebelum mengakhiri tulisan ini, perkenankan gue untuk memberikan rekomendasi beberapa lagu favorit gue. Silakan diputar dan di dengar! (lebih enak didengerin pake earphone, guys!)

Doris Day: Perhaps, perhaps, perhaps. Rilis tahun 1964.
Lagu yang tepat kalo lo terus-terusan digantungin sama gebetan!



Melissa Polinar: Try. Rilis tahun 2009.
Akan menemani masa-masa awal move on lo yang sulit karena masih deny sama perasaan, wkwk.


Ace of Base: The Sign. Rilis tahun 1993.
Lagu yang akan bikin lo sadar diri saat move on dan dengan sarkas nanya,
"How could a person like me care for you?"
"How could a person like you bring me joy?"


Eh, setelah lo bener-bener move on, tau-tau doi ngirimin lo lagu ini:
Hoobastank: The Reason. Rilis tahun 2003.


Sayangnya, lo udah tetap sama pendirian lo.
"Kisah kita udah berakhir" kata lo sambil mengirmkan sebuah lagu:
My Chemical Romance: I Don't Love You. Rilis tahun 2007.


TAMAT


Sekian tulisan gue hari ini, terima kasih banyak udah berkunjung, membaca dan mendengarkan lagu-lagu yang gue rekomendasikan! Lo juga bisa cerita tentang musik di hidup lo atau kasi pendapat tentang lagu-lagu di atas di kolom komentar yaa! I'm waiting for you :)
Byeee!









Comments

Popular posts from this blog

Surat untuk cinta pertama saya

Untuk kamu, yang sepuluh tahun lalu, membuat saya hanyut dalam nyanyian lagu First Love, Nika Costa yang diputar di radio. Untuk kamu, yang sepuluh tahun kemudian, membuat saya terisak saat membaca webtoon Matahari 1/2 Lingkar. Hai! Apa kabar? Saya harap kabar kamu baik-baik saja seperti terakhir kali kita mengobrol lewat pesan Facebook, tujuh tahun yang lalu. Kalau dihitung-hitung, ternyata saya sudah kenal kamu selama dua belas tahun, ya? Selama itu juga saya tidak pernah benar-benar melupakan kamu. Hhhh, kenangan tentang kamu, kenapa rasanya sangat membekas? Saya sudah berkali-kali minta pada Tuhan, agar tempat otak saya menyimpan memori tentang kamu itu diformat saja. Biar saya bisa simpan materi-materi biokimia yang bikin saya nangis kejer di semester dua dulu, di situ. Tapi, sepertinya belum dikabulkan. Saya masih saja ingat banyak hal tentang kamu. Saya masih ingat hari di mana saya pertama kali melihat kamu; di lantai dua, tepat di depan ruang guru. Saat itu bel istirahat baru ...

as an INFJ

Yes, as an INFJ... I'm judging. I'm just not telling you... the things you don't wanna hear. I won't put much effort and energy to have arguments with someone else.

:)

I don't know why I fell in love with you, but I felt safe and secure. I could tell what I feel and you listened to me, yo'd never judged me. Dia ngehargain banget ketika aku butuh tenangin diri sendiri dulu. Dia paham kalo aku perlu waktu untuk bener-bener ngerespon emosi sedih dan kecewa aku. Dia tau gimana cara menghadapi dan memvalidasi perasaan dan emosi orang lain. Dia ga maksa aku untuk cerita dan nyelesein semuanya dalam satu waktu. I can't thank enough, bagi aku rotasi stase mayor yg itu cukup berat. Tapi dengan dia, rasanya bisa aku lewati dengan lebih mudah. Jujur sulit banget buat move on. Tapi setelah malam itu dia kasi penjelasan, harusnya aku bisa lebih lega untuk ngelepasin perasaan ini satu persatu. Makasih banget karena udah jadi bagian dari kenangan manisku, terutama saat koas. Aku berharap semoga suatu hari nanti kamu bisa dapet pasangan yang baikkkk banget, yg bisa menambahkan kebahagiaan dalam hidup kamu d...