Skip to main content

Tentang Broadcast

Apakah kita pernah memikirkan tentang apa yang kita share?

Assalamu’alaykum wr wb.

MOHON DOA
Khabar dari Ust Nazer (Thoha Travel) bersama Jemaahnya di Medina 3 jam yang lalu
Melalui FB nya
Salam untuk semua kaum muslim.
Palestine dikepung oleh pasukan Israel.
Israel melakukan serangan darat ke Gaza (spt juga diberitakan RCTI pkl 16.00)..

Pemimpin Hizbullah, Syed Hasan Nasrallah minta semua muslim utk dg ikhlas membaca surah al-Baqarah 26-27 dan surah Yunus ayat 85,86,88 malam ini...

Tolong sebarkan forward kpd seluruh umat Islam..
bhw saudara seagama telah dikepung & keadaan amat dahsyat.
Itu Saja JIHAD kita.... minta tolong dgn sangat kpd sahabat2 sebarkan seluas mungkin....Labbaika Allahuma Labbaika .. minta tolong dgn sangat kpd sahabat2 sebarkan seluas mungkin...maaf untuk yg non muslim Indonesia

Yahudi akan menyerang darat mlm ini  Kasihan saudara kita umat Islam, kita berdoa utk keselamatan atas rencana Israel utk menyerang dlm masa 24jam.

La illaha illa Anta
Subhanaka Inni Kuntum Minazzaalimin.

Please forward to all of our friends...
even if U’ll not pray, just FORWARD

Astaghfirullah!
 3x
*Hasbunallahu wa ni’imal wakil.
*Hasbunallahu wa ni’imal wakil.
*Hasbunallahu wa ni’imal wakil.
*Hasbunallahu wa ni’imal wakil.
*Hasbunallahu wa ni’imal wakil.
*Hasbunallahu wa ni’imal wakil.
*Hasbunallahu wa ni’imal wakil. (7x)

...walaupun tidak baca doa, forwardkan message ini
Selesai membaca tolong forward, krn dlm beberapa menit, berjuta org akan membaca...

Subhanallah”

Begitulah kira-kira isi broadcast yang saya baca dan terima. Baik melalui whatsapp, line, maupun media sosial yang lain. Apa yang terjadi di Palestina, Gaza, dan Al-Aqsa selama ini sudah menyayat hati banyak orang, saudara seiman, maupun orang-orang yang peduli dengan kemanusiaan. Kebiadaban kaum zionis yang tidak bisa dikira lagi sudah menyengsarakan umat muslim, terlebih para mujahid di bumi Palestina. Ketika pertama kali menerima BC tersebut, saya sangat terkejut, sekaligus sedih. Saya bahkan mengutuk habis kaum zionis itu.

Namun, selain dari ajakan untuk berdoa, apakah tidak ada hal menarik dalam broadcast tersebut? Tentu saja ada.
Mari kita pikirkan. Sejak kapankah berita itu tersebar? Tanggal berapakah yang dimaksud ketika disebut keterangan waktu “3 jam yang lalu”, “RCTI pkl 16.00”, “malam ini”, “menyerang dlm masa 24jam”. Ada kah yang tau itu kapan? Benarkah RCTI menanyangkan berita demikian pukul 16.00?

Entah kenapa, saya kemudian merasa perlu mencari tau. Ternyata BC tersebut sudah ada sejak awal-awal tahun 2016 (atau mungkin lebih lama lagi? Who knows?). Hingga saat itu saya menemukan sebuah klarifikasi yang menyebutkan bahwa berita tersebut tidaklah benar (baca disini). Ya, entah apa motifnya, tapi broadcast itu kemudian viral lagi bulan Juli 2017, sudah setahun lebih. Tepat dengan berita yang sedang dibicarakan saat ini; Al-Aqsa dihancurkan oleh Israel.

Bukan hanya itu kejanggalannya. Lihatlah bagian “Khabar dari Ust Nazer (Thoha Travel) bersama Jemaahnya di Medina 3 jam yang lalu Melalui FB nya” mengapa perlu menyebutkan hal tersebut? Apakah Madinah dan Palestina berjarak sejengkal sehingga orang-orang yang sedang haji/umroh tersebut bisa langsung menyaksikan pengepungan Israel terhadap Palestina? Ada apa dengan subjek yang disebutkan itu? Ada apa? Kenapa perlu disebutkan di BC itu? Hehe.

Apakah hanya itu yang janggal? Tidak. Masih ada lagi. Broadcast ini dibuat dengan tujuan agar kita mendoakan Palestina. Ingat ya, mendoakan Palestina. Lantas mengapa ada kalimat seperti ini, “Please forward to all of our friends... even if U’ll not pray, just FORWARD”, “walaupun tidak baca doa, forwardkan message ini”. 2 kali disebutkan. Jadi sebenarnya BC ini mengajak berdoa atau memforward? Kenapa seolah-seolah tidak masalah tidak berdoa asalkan ikut memforward. Kalimatnya sungguh labil. Yang tadinya mengajak berdoa, malah diakhir “gapapa lo ga doa, yang penting lo share dah!” Jadi apa dong tujuan BC ini sebenarnya? Agar kita mendoakan? Yakin? Kok meragukan ya.

Begitu banyak jenis broadcast seperti ini, tentang makanan, berita-berita kebencian, bahkan mungkin gosip-gosip selebriti yang sama sekali tak jelas sumbernya, waktunya dan kebenarannya. Naasnya kita percaya-percaya saja, hingga ikut-ikutan memforward tanpa mencari tau kebenaran apapun.
Pernahkah mendapat broadcast seperti ini menjelang bulan Sya’ban?
Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wassalam, ‘Barangsiapa yang memberitahukan berita Sya’ban kepada yang lain, maka haram api neraka baginya.” Kemudian diikutin anjuran berzikir dengan bacaan “Subhanallah Walhamdulillah, Walaa ilaaha ilallah, allahu-Akbar, Laa haula wala quwata illa billah aliyil adzim”.

Lantas, benarkah isi broadcast tersebut? Ternyata hadist yang ada di BC itu tidak terdapat dalam kitab sunnah. Artinya hadits tersebut adalah hadits maudhu’ (palsu), begitupula amalan-amalan khusus untuk zikir di bulan Sya’ban. Apakah ada dalam hadits shahih? Tidak ada. Menyebarkan hadits palsu dengan mengatasnamakan Rasulullah sangat tidak diperbolehkan dalam Islam. Lalu mengapa BC in sangat hits? Karena tidak ada yang mencari tau kebenarannya.
Mengajak orang lain berzikir adalah hal baik, tapi menyebarkan hadits palsu adalah perbuatan yang salah. See the point?

Baiklah, bagaimana kalau tiba-tiba ada broadcast seperti ini?
Organisasi Islam, ISIS dikabarkan telah membunuh seorang remaja bernama Irmaningsih. Diketahui Irmaningsih adalah penerima nobel perdamaian dunia. Mari kita doakan kepergian Irma, agar ia tenang di sisi-Nya.
Silahkan forward terus BC ini agar semua orang tahu. Tidak apa-apa tidak mendoakan, tetaplah forward agar kabar ini diketahui oleh orang-orang, teruama yang mencintai perdamian.”

Would you agree? Some people would. Seorang penerima nobel dibunuh? Simpati orang-orang akan memuncak, mereka akan mem-BC pesan ini terus menerus. Tentu karena mereka tidak memperhatikan kebenaran dan hal-hal lain dalam pesan berantai itu.
Sekarang saya bertanya, apakah Anda setuju bahwa ISIS adalah organisasi Islam? Tidak kan? Tapi siapa peduli? Intinya adalah si Irma penerima nobel butuh didoakan. Sadarkah bahwa ada kesalahan bahkan pada kata-kata di kalimat pertama? Tidak kan? Dan... kenapa malah di akhir disebutkan “Tidak apa-apa tidak mendoakan, tetaplah forward agar kabar ini diketahui oleh orang-orang”.  Jadi apa tujuan dan hubungannya? Now, you see the point?

Sekarang saya bertanya apakah Anda percaya dengan broadcast itu? Saya sendiri tidak percaya. Karena tidak ada penerima nobel perdamaian bernama Irmaningsih. Hahaha.

Temanku, saudaraku. Cerdaslah dalam menyebarkan berita. Berita apapun itu.
You have smartphone with many smart features to find out the truth. Jangan langsung percaya dan sebar-sebar saja. Lihatlah sebuah pesan dengan lebih teliti.

The last thing, saya ga tau ini bermanfaat atau ga untuk Anda. Semoga saja iya. Karena ketika saya mencoba menjelaskan kepada orang lain bahwa mem-BC pun harus pikir-pikir, saya bahkan tidak dipedulikan.
Saya memang bukan orang yang berpengaruh. Minjam istilah anak mikrobiologi, saya cuma cawan petri yang make sepatu. Cuma seonggok danging yang bisa jalan. Cuma serbukan teh sisri yang beku dalam sachet. Tapi sekali lagi, semoga ini bisa membuat Anda “think twice” sebelum menyebarkan sesuatu.


Wallahu ‘alam bisshowab, wassalamu’alaykum wr wb.

Rujukan:

Comments

Popular posts from this blog

Surat untuk cinta pertama saya

Untuk kamu, yang sepuluh tahun lalu, membuat saya hanyut dalam nyanyian lagu First Love, Nika Costa yang diputar di radio. Untuk kamu, yang sepuluh tahun kemudian, membuat saya terisak saat membaca webtoon Matahari 1/2 Lingkar. Hai! Apa kabar? Saya harap kabar kamu baik-baik saja seperti terakhir kali kita mengobrol lewat pesan Facebook, tujuh tahun yang lalu. Kalau dihitung-hitung, ternyata saya sudah kenal kamu selama dua belas tahun, ya? Selama itu juga saya tidak pernah benar-benar melupakan kamu. Hhhh, kenangan tentang kamu, kenapa rasanya sangat membekas? Saya sudah berkali-kali minta pada Tuhan, agar tempat otak saya menyimpan memori tentang kamu itu diformat saja. Biar saya bisa simpan materi-materi biokimia yang bikin saya nangis kejer di semester dua dulu, di situ. Tapi, sepertinya belum dikabulkan. Saya masih saja ingat banyak hal tentang kamu. Saya masih ingat hari di mana saya pertama kali melihat kamu; di lantai dua, tepat di depan ruang guru. Saat itu bel istirahat baru ...

as an INFJ

Yes, as an INFJ... I'm judging. I'm just not telling you... the things you don't wanna hear. I won't put much effort and energy to have arguments with someone else.

:)

I don't know why I fell in love with you, but I felt safe and secure. I could tell what I feel and you listened to me, yo'd never judged me. Dia ngehargain banget ketika aku butuh tenangin diri sendiri dulu. Dia paham kalo aku perlu waktu untuk bener-bener ngerespon emosi sedih dan kecewa aku. Dia tau gimana cara menghadapi dan memvalidasi perasaan dan emosi orang lain. Dia ga maksa aku untuk cerita dan nyelesein semuanya dalam satu waktu. I can't thank enough, bagi aku rotasi stase mayor yg itu cukup berat. Tapi dengan dia, rasanya bisa aku lewati dengan lebih mudah. Jujur sulit banget buat move on. Tapi setelah malam itu dia kasi penjelasan, harusnya aku bisa lebih lega untuk ngelepasin perasaan ini satu persatu. Makasih banget karena udah jadi bagian dari kenangan manisku, terutama saat koas. Aku berharap semoga suatu hari nanti kamu bisa dapet pasangan yang baikkkk banget, yg bisa menambahkan kebahagiaan dalam hidup kamu d...