Skip to main content

Rude.

Hi.

I’m gonna talk about rude.
What is rude?
What do you think about rude?

Subjectively but yeah. In this case, right now, I think rude is when you judge people even tho your mind is out of the problem, like “Do you understand, man? I guess you do not”
I joined a square in line, it was good, but some people are not.

Exactly when some people ask, “do you know where to translate?” or “do you know how to translate a file of journal?”. Ya, I found it on that square, a girl asking.
Note this: she’s just asking how to, in case it’s kind of translate engine.

And there they go, that rude people keep telling, “you need to learn english inside of translating on google translate because you are a bla bla bla
Hello? Do they know that girl is learning or not? Why judging? They gave advice like the girl whom asking is stupid or not good in english.

I was mad, I really want to reply them “for some assignment (or let’s call it tugas kepepet), YOU DO NOT ONLY NEED TO BE SMART TO READ IN ENGLISH, but also GENIUS TO TRANSLATE IT FASTLY (especially for journal that has many papers to read). You just need to use google translate, correct the wrong result and you done!”
LOL, for once or twice, believe me, these people have ever translated via google translate!

She’s not asking for advice or your judge about her english. If you care about her, you can say, “you can use google translate, but you gotta correct some translation cause the result is not that all good.”

Don’t act like you are a superior. Oh my God, your words really irritating, you talk too much, man.
IF YOU CAN’T ANSWER, DON’T JUDGE. OR DON’T JUDGE EVEN WHEN YOU HAD/CAN ANSWER.

Look, I am rude too already.


Comments

Popular posts from this blog

Surat untuk cinta pertama saya

Untuk kamu, yang sepuluh tahun lalu, membuat saya hanyut dalam nyanyian lagu First Love, Nika Costa yang diputar di radio. Untuk kamu, yang sepuluh tahun kemudian, membuat saya terisak saat membaca webtoon Matahari 1/2 Lingkar. Hai! Apa kabar? Saya harap kabar kamu baik-baik saja seperti terakhir kali kita mengobrol lewat pesan Facebook, tujuh tahun yang lalu. Kalau dihitung-hitung, ternyata saya sudah kenal kamu selama dua belas tahun, ya? Selama itu juga saya tidak pernah benar-benar melupakan kamu. Hhhh, kenangan tentang kamu, kenapa rasanya sangat membekas? Saya sudah berkali-kali minta pada Tuhan, agar tempat otak saya menyimpan memori tentang kamu itu diformat saja. Biar saya bisa simpan materi-materi biokimia yang bikin saya nangis kejer di semester dua dulu, di situ. Tapi, sepertinya belum dikabulkan. Saya masih saja ingat banyak hal tentang kamu. Saya masih ingat hari di mana saya pertama kali melihat kamu; di lantai dua, tepat di depan ruang guru. Saat itu bel istirahat baru ...

as an INFJ

Yes, as an INFJ... I'm judging. I'm just not telling you... the things you don't wanna hear. I won't put much effort and energy to have arguments with someone else.

:)

I don't know why I fell in love with you, but I felt safe and secure. I could tell what I feel and you listened to me, yo'd never judged me. Dia ngehargain banget ketika aku butuh tenangin diri sendiri dulu. Dia paham kalo aku perlu waktu untuk bener-bener ngerespon emosi sedih dan kecewa aku. Dia tau gimana cara menghadapi dan memvalidasi perasaan dan emosi orang lain. Dia ga maksa aku untuk cerita dan nyelesein semuanya dalam satu waktu. I can't thank enough, bagi aku rotasi stase mayor yg itu cukup berat. Tapi dengan dia, rasanya bisa aku lewati dengan lebih mudah. Jujur sulit banget buat move on. Tapi setelah malam itu dia kasi penjelasan, harusnya aku bisa lebih lega untuk ngelepasin perasaan ini satu persatu. Makasih banget karena udah jadi bagian dari kenangan manisku, terutama saat koas. Aku berharap semoga suatu hari nanti kamu bisa dapet pasangan yang baikkkk banget, yg bisa menambahkan kebahagiaan dalam hidup kamu d...