Skip to main content

Hal Konyol Tentang Surga

Aku masih ingat betul, waktu itu usiaku masih belia. Aku belum masuk madarasah dan baru tau surga dari Ibuku.

Senang sekali dulu membayangkan surga.
Surga dalam pikiran beliaku adalah tempat yang serba putih dan sejuk. Lantainya ubin porselen luas yang kalau goler-goler di atasnya pasti enak sekali.

Aku ingat persis, dulu, aku membayangkan aku ada di sana, memakai baju muslim putih seperti di iklan so putih so bersih hanya so klin pemutih. Yah, karena dulu aku pengen banget punya baju muslim seperti itu.


Sampai disuatu malam, sebelum tidur, aku suka sekali berkhayal mau mimpi tentang apa (sampai sekarang juga). Akhirnya aku putuskan untuk mimpi tentang makanan. Makanan favoritku adalah indomie kaldu pakai telor.

Akupun bertanya pada Ibu,
"Bu, kalo di surga, boleh nggak minta indomie pake telor?"
"Boleh minta apapun." Jawab Ibu
"Kalo mintanya 2 mangkok? 3, 4, 5?" Tanyaku lagi, penasaran.
"Boleh."

Aaaaaahhh sederhana sekali, hal sesederhana itu membawaku memimpikan surga saat kecil.
Aku ingat, di surga aku minta kepada Allah semangkok indomie pakai telor dan dikabulkan. Aku makan dengan penuh rasa bahagia, makannya di kursi putih panjang, yang ada meja putih panjangnya juga. Setelah makan, aku berlari-lari kesana-kemari di surga. Aku senang sekali dan berterimakasih kepada Allah.
Semenjak itu aku ingin sekali masuk surga.
Kenangan itu masih membekas di otak, karena rasanya begitu berharga. Bahkan hingga hari ini.


Dulu, motivasiku masuk surga adalah agar bisa minta indomie pake telor sepuasnya sama Allah.

Comments

Popular posts from this blog

Surat untuk cinta pertama saya

Untuk kamu, yang sepuluh tahun lalu, membuat saya hanyut dalam nyanyian lagu First Love, Nika Costa yang diputar di radio. Untuk kamu, yang sepuluh tahun kemudian, membuat saya terisak saat membaca webtoon Matahari 1/2 Lingkar. Hai! Apa kabar? Saya harap kabar kamu baik-baik saja seperti terakhir kali kita mengobrol lewat pesan Facebook, tujuh tahun yang lalu. Kalau dihitung-hitung, ternyata saya sudah kenal kamu selama dua belas tahun, ya? Selama itu juga saya tidak pernah benar-benar melupakan kamu. Hhhh, kenangan tentang kamu, kenapa rasanya sangat membekas? Saya sudah berkali-kali minta pada Tuhan, agar tempat otak saya menyimpan memori tentang kamu itu diformat saja. Biar saya bisa simpan materi-materi biokimia yang bikin saya nangis kejer di semester dua dulu, di situ. Tapi, sepertinya belum dikabulkan. Saya masih saja ingat banyak hal tentang kamu. Saya masih ingat hari di mana saya pertama kali melihat kamu; di lantai dua, tepat di depan ruang guru. Saat itu bel istirahat baru ...

as an INFJ

Yes, as an INFJ... I'm judging. I'm just not telling you... the things you don't wanna hear. I won't put much effort and energy to have arguments with someone else.

:)

I don't know why I fell in love with you, but I felt safe and secure. I could tell what I feel and you listened to me, yo'd never judged me. Dia ngehargain banget ketika aku butuh tenangin diri sendiri dulu. Dia paham kalo aku perlu waktu untuk bener-bener ngerespon emosi sedih dan kecewa aku. Dia tau gimana cara menghadapi dan memvalidasi perasaan dan emosi orang lain. Dia ga maksa aku untuk cerita dan nyelesein semuanya dalam satu waktu. I can't thank enough, bagi aku rotasi stase mayor yg itu cukup berat. Tapi dengan dia, rasanya bisa aku lewati dengan lebih mudah. Jujur sulit banget buat move on. Tapi setelah malam itu dia kasi penjelasan, harusnya aku bisa lebih lega untuk ngelepasin perasaan ini satu persatu. Makasih banget karena udah jadi bagian dari kenangan manisku, terutama saat koas. Aku berharap semoga suatu hari nanti kamu bisa dapet pasangan yang baikkkk banget, yg bisa menambahkan kebahagiaan dalam hidup kamu d...