Skip to main content

Book Review: Seven Request by Amira Budi Mutiara


"Biarin aja memori-memori yang ngga enak itu lepas dengan sendirinya. Ngga usah sengaja dilupain, yang ada malah entar keingetan terus."
- Metha, Seven Request

Haiiii balik lagi dengan Irma di blognyaaa, wkwk.
Udah lama banget ya aku ga ngepost diblog, sekalinya kemaren-kemaren ngepost di blog juga isinya curhatan semua. Hehe.

Kali ini aku mau review buku yang aku baca. Judulnya Seven Request. Buku ini aku pinjam dari Nina sekitar 3 tahun yang lalu tapi baru dibaca sekarang, waktu itu Nina yang rekomendasiin wkwk. (Maap yaa, Ninaaa 😂).

Tokoh utama di buku ini namanya Erin. Anak SMA yang punya sahabat cowo bernama Luthfan.
Erin dan Luthfan adalah tetangga sedari kecil dan baru berteman sejak suatu tragedi terjadi.
Mereka deket banget. Erin cerita semua hal ke Luthfan, terutama tentang keluarganya, karena kehidupan keluarga Erin saat itu sangat kacau. Karena itulah, untuk menghibur Erin, Luthfan ngasi Erin 7 permintaan.
Lama bersahabat, ternyata keduanya sama-sama punya perasaan. Tapi karena salah paham, perasaan itu ga pernah sampai pada masing-masing mereka.
Erin dan Luthfan akhirnya harus berpisah karena permintaan Erin yang ke-7. Apakah permintaan itu? Kalian baca sendiri dooong, bagian itu adalah bagian-bagian tersedih.
Ceritanya menghibur!

Aku dulu suka banget teenlit, sampe sekarang juga masih suka. Tapi bagiku yang sudah melewati masa-masa teens itu, udah ga begitu relate dengan latar waktunya (SMA).
Mungkin kalo aku baca novel itu saat SMP atau awal SMA aku bakalan baper sih, wkwk 😂
Ceritanya mengalir, enak dibaca, tapi bagiku yang suka plot twist, aku agak kecewa karena rasanya hampir ga ada plot twist.
Ending cerita ketebak dan sesuai ekspektasi, padahal ada harapan ada hal out of the blue yang terjadi. But that's ok. Aku suka novel ini untuk bacaan ringan buat nginget-nginget masa remaja dulu haha (udah kayak tua banget aja).

Okeeee, kayaknya sekian dulu nih review dari aku, see you on the other review! 😊

Judul: Seven Request
Penulis: Amira Budi Mutiara
Penerbit: Bentang Belia
Tahun terbit: 2012

⭐ Rate: 3.9/5

Comments

Popular posts from this blog

Surat untuk cinta pertama saya

Untuk kamu, yang sepuluh tahun lalu, membuat saya hanyut dalam nyanyian lagu First Love, Nika Costa yang diputar di radio. Untuk kamu, yang sepuluh tahun kemudian, membuat saya terisak saat membaca webtoon Matahari 1/2 Lingkar. Hai! Apa kabar? Saya harap kabar kamu baik-baik saja seperti terakhir kali kita mengobrol lewat pesan Facebook, tujuh tahun yang lalu. Kalau dihitung-hitung, ternyata saya sudah kenal kamu selama dua belas tahun, ya? Selama itu juga saya tidak pernah benar-benar melupakan kamu. Hhhh, kenangan tentang kamu, kenapa rasanya sangat membekas? Saya sudah berkali-kali minta pada Tuhan, agar tempat otak saya menyimpan memori tentang kamu itu diformat saja. Biar saya bisa simpan materi-materi biokimia yang bikin saya nangis kejer di semester dua dulu, di situ. Tapi, sepertinya belum dikabulkan. Saya masih saja ingat banyak hal tentang kamu. Saya masih ingat hari di mana saya pertama kali melihat kamu; di lantai dua, tepat di depan ruang guru. Saat itu bel istirahat baru ...

as an INFJ

Yes, as an INFJ... I'm judging. I'm just not telling you... the things you don't wanna hear. I won't put much effort and energy to have arguments with someone else.

:)

I don't know why I fell in love with you, but I felt safe and secure. I could tell what I feel and you listened to me, yo'd never judged me. Dia ngehargain banget ketika aku butuh tenangin diri sendiri dulu. Dia paham kalo aku perlu waktu untuk bener-bener ngerespon emosi sedih dan kecewa aku. Dia tau gimana cara menghadapi dan memvalidasi perasaan dan emosi orang lain. Dia ga maksa aku untuk cerita dan nyelesein semuanya dalam satu waktu. I can't thank enough, bagi aku rotasi stase mayor yg itu cukup berat. Tapi dengan dia, rasanya bisa aku lewati dengan lebih mudah. Jujur sulit banget buat move on. Tapi setelah malam itu dia kasi penjelasan, harusnya aku bisa lebih lega untuk ngelepasin perasaan ini satu persatu. Makasih banget karena udah jadi bagian dari kenangan manisku, terutama saat koas. Aku berharap semoga suatu hari nanti kamu bisa dapet pasangan yang baikkkk banget, yg bisa menambahkan kebahagiaan dalam hidup kamu d...