Skip to main content

Changing.

Haiiii!
So... yeah, it's already midnight in here.
Hmmmm.... Ga terasa ya blog ini udah 4 tahun. Ga terasa karena jarang diisi sih T_T
Well, kalo kalian pernah baca postingan blog pertama gue di sini tahun 2016 lalu, kalian akan menemukan bagaimana awalnya nama blog ini adalah "Kolleg-see". Huft.... *hembuskan nafas dulu* *mohon maaf, ini agak mengharukan bagi gue*

Gue inget banget, dulu nama kolleg-see adalah nama kebanggan gue. Kalo ditanya: nama blog lo apa? "kolleg-see, bukan koleksi tapi k o l l e g - s e e"; sebuah blog, yang tadinya (dan akhirnya juga) gue isi dengan tulisan tentang kehidupan gue semasa kuliah.
Gue inget sih, visi misi gue dulu adalah cerita tentang semua yang terjadi saat gue kuliah, gue pengen sering nulis, bahkan bisa memberikan dampak baik bagi orang lain setelah membaca tulisan gue.

Hingga datanglah tahun ini... after 4 years. Gue lulus kuliah :")
Sebenernya gue masih lanjut pendidikan sih; koass, atau lebih enak didenger sebagai dokter muda.
Atau walaupun abis lulus dokter, gue juga masih mau lanjut sekolah, tapi perasaan kolleg-see di pertama kali kuliah sama lanjut kuliah kayaknya beda. Entah kenapa....

Gue yang dulu, tulisannya penuh dengan excitement persis mahasiswa yang baru masuk kuliah, lol. Nyeritain masalah hampir telat masuk kelas sampe ngerasain follow up ke bank pas jadi danus. Sekarang, gue ngerasa level of excitement gue udah beda dan gue kayak mulai nggak ngerasa sense of "kolleg-see" yang sama seperti yang dulu gue inginkan. Susah banget mau dijelasin gimana rasanya, tapi gitu.

Lalu.. datanglah malam ini, puncak dari banyaknya malam yang gue habiskan untuk mikirin lagi blog gue. Lama banget gue mikir, hingga akhirnya gue memutuskan untuk... mengubah nama blog ini.
It's not an easy decision for me... mengingat betapa berharga dan uniknya (bagi gue) nama kolleg-see itu. *OMG so emotional*, tapi gue pengen... ketika nanti gue ga kuliah, atau sampai kapanpun itu, gue masih bisa merasa "I own this blog whatever I am now", sehingga, sekalipun bukan cerita tentang masa-masa kuliah gue, tetep bisa gue bagikan di blog ini.

Huft.

Well...

Gue mengubah nama blog gue menjadi: Brain dumps.

Sebuah nama blog, yang semoga menjadi suatu hal yang lebih baik untuk gue, untuk tulisan gue, dan untuk orang-orang yang membacanya.
Mungkin untuk menceritakan tentang Brain dumps ini butuh waktu di lain kesempatan, karena I'm being so emotional, lol. Udah hampir satu jam gue nulis ini. Dan sekarang udah jam 01:13 dini hari.
I need to sleep like really soon.

I don't know how to end this, lol... but I'll be right back to share about the " Brain dumps."
See you on my next post! :)

Comments

Popular posts from this blog

Surat untuk cinta pertama saya

Untuk kamu, yang sepuluh tahun lalu, membuat saya hanyut dalam nyanyian lagu First Love, Nika Costa yang diputar di radio. Untuk kamu, yang sepuluh tahun kemudian, membuat saya terisak saat membaca webtoon Matahari 1/2 Lingkar. Hai! Apa kabar? Saya harap kabar kamu baik-baik saja seperti terakhir kali kita mengobrol lewat pesan Facebook, tujuh tahun yang lalu. Kalau dihitung-hitung, ternyata saya sudah kenal kamu selama dua belas tahun, ya? Selama itu juga saya tidak pernah benar-benar melupakan kamu. Hhhh, kenangan tentang kamu, kenapa rasanya sangat membekas? Saya sudah berkali-kali minta pada Tuhan, agar tempat otak saya menyimpan memori tentang kamu itu diformat saja. Biar saya bisa simpan materi-materi biokimia yang bikin saya nangis kejer di semester dua dulu, di situ. Tapi, sepertinya belum dikabulkan. Saya masih saja ingat banyak hal tentang kamu. Saya masih ingat hari di mana saya pertama kali melihat kamu; di lantai dua, tepat di depan ruang guru. Saat itu bel istirahat baru ...

as an INFJ

Yes, as an INFJ... I'm judging. I'm just not telling you... the things you don't wanna hear. I won't put much effort and energy to have arguments with someone else.

:)

I don't know why I fell in love with you, but I felt safe and secure. I could tell what I feel and you listened to me, yo'd never judged me. Dia ngehargain banget ketika aku butuh tenangin diri sendiri dulu. Dia paham kalo aku perlu waktu untuk bener-bener ngerespon emosi sedih dan kecewa aku. Dia tau gimana cara menghadapi dan memvalidasi perasaan dan emosi orang lain. Dia ga maksa aku untuk cerita dan nyelesein semuanya dalam satu waktu. I can't thank enough, bagi aku rotasi stase mayor yg itu cukup berat. Tapi dengan dia, rasanya bisa aku lewati dengan lebih mudah. Jujur sulit banget buat move on. Tapi setelah malam itu dia kasi penjelasan, harusnya aku bisa lebih lega untuk ngelepasin perasaan ini satu persatu. Makasih banget karena udah jadi bagian dari kenangan manisku, terutama saat koas. Aku berharap semoga suatu hari nanti kamu bisa dapet pasangan yang baikkkk banget, yg bisa menambahkan kebahagiaan dalam hidup kamu d...