Skip to main content

Donat Kentang: my first trial and error of donuts

Haaiii, kembali lagi di blog Irma!!!
Kali ini saya mau drop resep donat kentang yang enak abiss, plus mau cerita pengalaman bikinnya pertama kali.

Disclaimer dulu, bahwa ini bukan resep saya, melainkan resep Kak Kai pemenang Master Chef Season 5 yang doski bagikan di YouTube channelnya Kak Willgoz. Link videonya di sini yaaa! ;)

Oke, pertama, saya akan tuliskan resepnya dulu.

Bahan:
1. 500 gram tepung terigu protein tinggi (saya pakai Cakra Kembar)
2. 50 gram susu bubuk (saya pakai susu Dancow sachet)
3. 11 gram ragi (saya pakai fermipan)
4. 200 gram kentang kukus
5. 100 gram gula kastor (tepung gula/gula halus)
6. 75 gram mentega/minyak
7. 1 sendok teh garam
8. 4 kuning telur
9. 100 mL air dingin (air es)
10. Minyak untuk menggoreng

Cara membuat:
1. Kupas kentang kukus (pastikan sudah benar-benar matang), blender kentang dengan air dingin (air es) sebanyak 50 mL, hingga halus
2. Siapkan bowl mixer, masukkan 500 gram tepung terigu protein tinggi, 50 gram susu bubuk, 100 gram gula kastor, 1 sendok teh garam, dan 11 gram ragi
3. Campur semua bahan di dalam bowl menggunakan pengaduk, lalu buat sumur di tengah campuran bahan
4. Masukkan 4 kuning telur di sumur bahan-bahan tadi
5. Mixer adonan hingga tercampur, kemudian masukkan kentang yang tadi sudah dihaluskan
6. Masukkan 50 mL air dingin
7. Setelah semua bahan tercampur, masukkan mentega 75 gram
8. Mixer hingga adonan kalis
9. Rest/diamkan adonan selama 1 jam (tutup menggunakan plastic wrap atau lap bersih)
10. Setelah 1 jam didiamkan dan mengembang, keluarkan adonan dan uleni lagi untuk mengeluarkan udara dari adonan. Taburi dengan sedikit tepung protein tinggi jika adonan lengket (jangan terlalu banyak, nanti keras)
11. Roll adonan hingga tebal adonan menjadi ± 1,5 cm. Jika adonan lengket pada roll, taburi roll dengan tepung
12. Cetak adonan dengan cetakan donat, taruh di wadah yang sudah ditaburi tepung
13. Diamkan adonan yang sudah dicetak selama 30 menit
14. Setelah adonan didiamkan 30 menit, siapkan dan panaskan minyak (perlu banyak minyak agar donat dapat mengapung saat digoreng/tidak lengket pada dasar penggorengan)
15. Goreng donat dengan api kecil (pastikan api kecil agat donatnya tidak mudah gosong)
16. Saat memasukkan donat, putar tengah donat menggunakan sumpit agar tengah donat tidak menyempit/menutup
17. Balik donat agar tidak gosong. Angkat ketika sudah berwarna keemasan
18. Setelah ditiriskan, kocok donat dengan icing sugar/gula mint/gula halus di dalam sebuah wadah
19. Donat kentang icing sugar siap disajikan dan dinikmati! Mudah bukan? :)

Donat ini tuh demi apa enak bangeeet, dalemnya padet, tapi lembuuut nian. Paling enak dimakan sambil ngeteh, ngopi, atau saat minum susu.

Semua langkah membuat donat ini sebenarnya sangat mudah. Namun, karena pertama kali membuat, saya sempat gagal untuk memblender kentangnya. Berkali-kali diblender, kentang saya nggak bertekstur sehalus milik Kak Kai (punya saya ada grenjel grenjelnya gitu). Pada akhirnya saya sadar kalau kentang saya belum begitu matang. Itu mungkin terjadi karena saya nggak mengukus kentang saya, melainkan merebusnya. Mungkin direbus juga bisa, tapi harus lama dan bener-bener matang.
Saya mengakali kejadian ini dengan memasak kembali bubur kentang saya, lalu menyaringnya sehingga tekstur kentangnya benar-benar halus.
Jadi saya sarankan, jika kalian ingin membuat donat ini, pastikan kentangnya benar-benar matang yaa!

Hal kedua yang menyulitkan bagi saya adalah mixing, karena saya baru pertama kali menggunakan mixer. Saya sempat menyerah karena nggak bisa menggunakannya dan beralih menggunakan tangan untuk mencampur serta menguleni bahan. Tapi kemudian saya dibantu kakak saya, hingga akhirnya bisa menggunakan mixer dengan lebih mudah.
Percayalah, menguleni dengan tangan saaaaangat berat, jadi saya sarankan tetap menggunakan mixer saja! Hehe.

Yang terakhir, pakailah bowl yang besar karena... ingat! Adonan bakal mengembang 2-3 kali lipat, hahaha.

Duh, malu banget kalo inget errors yang saya alami saat membuat donat ini. Kalau kamu pernah mengalami errors saat membuat sesuatu, jangan terlalu sedih, jadikan itu sebagai pelajaran yaa! Hehe.

Baiklah, sekian buat hari ini! Makasih banyak udah berkunjung dan membaca, jangan lupa dicoba yaa resepnya ;)

Comments

Popular posts from this blog

Surat untuk cinta pertama saya

Untuk kamu, yang sepuluh tahun lalu, membuat saya hanyut dalam nyanyian lagu First Love, Nika Costa yang diputar di radio. Untuk kamu, yang sepuluh tahun kemudian, membuat saya terisak saat membaca webtoon Matahari 1/2 Lingkar. Hai! Apa kabar? Saya harap kabar kamu baik-baik saja seperti terakhir kali kita mengobrol lewat pesan Facebook, tujuh tahun yang lalu. Kalau dihitung-hitung, ternyata saya sudah kenal kamu selama dua belas tahun, ya? Selama itu juga saya tidak pernah benar-benar melupakan kamu. Hhhh, kenangan tentang kamu, kenapa rasanya sangat membekas? Saya sudah berkali-kali minta pada Tuhan, agar tempat otak saya menyimpan memori tentang kamu itu diformat saja. Biar saya bisa simpan materi-materi biokimia yang bikin saya nangis kejer di semester dua dulu, di situ. Tapi, sepertinya belum dikabulkan. Saya masih saja ingat banyak hal tentang kamu. Saya masih ingat hari di mana saya pertama kali melihat kamu; di lantai dua, tepat di depan ruang guru. Saat itu bel istirahat baru ...

as an INFJ

Yes, as an INFJ... I'm judging. I'm just not telling you... the things you don't wanna hear. I won't put much effort and energy to have arguments with someone else.

:)

I don't know why I fell in love with you, but I felt safe and secure. I could tell what I feel and you listened to me, yo'd never judged me. Dia ngehargain banget ketika aku butuh tenangin diri sendiri dulu. Dia paham kalo aku perlu waktu untuk bener-bener ngerespon emosi sedih dan kecewa aku. Dia tau gimana cara menghadapi dan memvalidasi perasaan dan emosi orang lain. Dia ga maksa aku untuk cerita dan nyelesein semuanya dalam satu waktu. I can't thank enough, bagi aku rotasi stase mayor yg itu cukup berat. Tapi dengan dia, rasanya bisa aku lewati dengan lebih mudah. Jujur sulit banget buat move on. Tapi setelah malam itu dia kasi penjelasan, harusnya aku bisa lebih lega untuk ngelepasin perasaan ini satu persatu. Makasih banget karena udah jadi bagian dari kenangan manisku, terutama saat koas. Aku berharap semoga suatu hari nanti kamu bisa dapet pasangan yang baikkkk banget, yg bisa menambahkan kebahagiaan dalam hidup kamu d...