Skip to main content

My stressful gramedia shopping today.

*duh panas banget*
*berkipas dulu deh*

Jadi begini ceritanya.
Beberapa waktu lalu, saya berencana untuk menghabiskan waktu selama pandemi ini untuk belajar bahasa baru gara-gara menonton drama Korea "Splash Splash Love". Iya, saya ingin belajar bahasa Korea.
Bak gayung bersambut, tadi siang, saya menerima e-mail dari gramedia. Kebetulan, gramedia sedang mengadakan diskon 50% sampai tanggal 7 Juni ini, dan... sayapun menemukan kamus bahasa Korea untuk pemula dasar dan menengah serta workbooknya. Saya juga memasukkan sebuah buku tulisan Mas Raka yang berjudul "Bagaimana Tuhan menciptakan cahaya" ke dalam keranjang saya.

Setelah memilih 3 buku itu, saya lanjut untuk membayar. Saya masuk dengan akun MyValue saya agar setelah transaksi saya bisa mendapatkan poin.
Tapi... masalahnya, total belanjaan saya besar sekali, bahkan melebihi budget bulanan saya untuk kategori lifestyle.
Akhirnya, akal licik saya muncul.
Saya urung untuk checkout, lalu log in kembali menggunakan e-mail kedua saya. Saya tunggu... saya tunggu... biasanya bakal dapet e-mail diskon member baru, nih. Kata saya.
Namun, lama saya menunggu, nggak ada e-mail yang masuk. Saya kesal juga. Akhirnya saya proses checkoutnya. Saya pikir, sudahlah, saya potong pengeluaran rutin saja untuk bulan ini. Toh, saya nggak akan jajan di luar.

Setelah saya checkout, e-mail invoice masuk...
ADUH! Saya lupa!
Iya, e-mail invoice itu masuk ke e-mail kedua saya, alias, saya checkout bukan dengan akun MyValue saya, tanpa saya sadari tentunya.
Duhhh, betapa mengesalkan, pikir saya.
Udah nggak dapet diskon potongan member baru, nggak dapet poin MyValue pula!

Sayapun mengecek e-mail masuk itu. Begitu saya melihat semua e-mail masuk... saya langsung nanar.
Gramedia.com mengirimi saya e-mail kode voucher diskon, 4 menit sebelum saya checkout, which is saat itu saya sedang mengisi GoPay untuk transaksi, dan biang keladi e-mail itu nggak ter-notice oleh saya adalah karena dia masuk e-mail promotions!

Akhirnya saya cuma bisa mengurut dada. Mungkin belum waktunya untuk saya menjadi licik, harus berlatih dulu ya hahahaha.

Saat ini saya cuma bisa meratap, sedih sih, biar dulu deh, menghibur dirinya nanti dulu, soalnya saya laper banget, hari ini belum ada makan karena berpuasa untuk ganti puasa Ramadhan yang saya tinggalkan kemarin.
*kruk kruk kruk*
*perut bunyi*

Bye! ;)

Comments

Popular posts from this blog

Surat untuk cinta pertama saya

Untuk kamu, yang sepuluh tahun lalu, membuat saya hanyut dalam nyanyian lagu First Love, Nika Costa yang diputar di radio. Untuk kamu, yang sepuluh tahun kemudian, membuat saya terisak saat membaca webtoon Matahari 1/2 Lingkar. Hai! Apa kabar? Saya harap kabar kamu baik-baik saja seperti terakhir kali kita mengobrol lewat pesan Facebook, tujuh tahun yang lalu. Kalau dihitung-hitung, ternyata saya sudah kenal kamu selama dua belas tahun, ya? Selama itu juga saya tidak pernah benar-benar melupakan kamu. Hhhh, kenangan tentang kamu, kenapa rasanya sangat membekas? Saya sudah berkali-kali minta pada Tuhan, agar tempat otak saya menyimpan memori tentang kamu itu diformat saja. Biar saya bisa simpan materi-materi biokimia yang bikin saya nangis kejer di semester dua dulu, di situ. Tapi, sepertinya belum dikabulkan. Saya masih saja ingat banyak hal tentang kamu. Saya masih ingat hari di mana saya pertama kali melihat kamu; di lantai dua, tepat di depan ruang guru. Saat itu bel istirahat baru ...

as an INFJ

Yes, as an INFJ... I'm judging. I'm just not telling you... the things you don't wanna hear. I won't put much effort and energy to have arguments with someone else.

:)

I don't know why I fell in love with you, but I felt safe and secure. I could tell what I feel and you listened to me, yo'd never judged me. Dia ngehargain banget ketika aku butuh tenangin diri sendiri dulu. Dia paham kalo aku perlu waktu untuk bener-bener ngerespon emosi sedih dan kecewa aku. Dia tau gimana cara menghadapi dan memvalidasi perasaan dan emosi orang lain. Dia ga maksa aku untuk cerita dan nyelesein semuanya dalam satu waktu. I can't thank enough, bagi aku rotasi stase mayor yg itu cukup berat. Tapi dengan dia, rasanya bisa aku lewati dengan lebih mudah. Jujur sulit banget buat move on. Tapi setelah malam itu dia kasi penjelasan, harusnya aku bisa lebih lega untuk ngelepasin perasaan ini satu persatu. Makasih banget karena udah jadi bagian dari kenangan manisku, terutama saat koas. Aku berharap semoga suatu hari nanti kamu bisa dapet pasangan yang baikkkk banget, yg bisa menambahkan kebahagiaan dalam hidup kamu d...