![]() |
| Kim Ji-yeong, Lahir Tahun 1982 oleh Cho Nam-joo (rating: 4.14/5 on goodreads) |
Awalnya gue cukup bingung menentukan buku mana yang akan menjadi favorit gue, karena setelah liat-liat lagi akun goodreads gue, ternyata ada beberapa buku yang gue kasi rate bintang lima. Di antaranya #Dear Tomorrow: Notes to My Future Self tulisannya Maudy Ayunda (rate on goodreads: 4.28/5), A Cup of Tea-nya Gita Savitri Devi (rate on goodreads: 4.20/5), Bagaimana Tuhan Menciptakan Cahaya by Raka Ibrahim (rate on goodreads: 4.01/5), dan terakhir adalah Sister Fillah, You'll Never Be Alone-nya Kalis Mardiasih (rate on goodreads: 4.38/5).
Tapi setelah gue pikir-pikir, ada satu buku yang menyentuh gue banget. Yang... ketika gue baca, gue ikut merasakan emosinya. Gue ikut kecewa, marah, sedih, dan banyak hal lainnya yang kadang gue sendiri pernah merasakannya langsung.
Buku itu baru-baru ini gue baca, judulnya Kim Ji-yeong Lahir Tahun 1982, ditulis oleh Cho Nam-joo. Gue ngga pernah sedikitpun kepikiran untuk beli buku ini, karena gue tau buku ini adalah novel, dan gue udah underestimate duluan pas tau ini adalah novel terjemahan Korea.
"Ngga semua novel terjemahan bakal cocok sama gue, apalagi terjemahan Korea begini." Gue mikir gitu awalnya.
Malam itu, ada Super Brand Day Gramedia di Shopee, gue yang udah mempersiapkan diri, kemudian memasukkan dua buah novel serial Bumi kelima dan keenam dari Tere Liye. Ketika akan check-out, gue mendapat pemberitahuan bahwa gue akan mendapat potongan parcel lagi kalau gue menambah satu buah buku. Baiklah, gue pikir, kelanjuran ini ongkos kirimnya bener-bener nol rupiah dan potongan harganya jauh banget, apalagi kalo dibandingkan dengan harga di Gramedia Store offline-nya di Kalimantan. Maka gue pun mencari buku yang menarik tapi harga diskonnya di bawah lima puluh ribu. Gue gulir, gulir, gulir layar HP. Gue berhenti di buku itu. Sebuah buku yang... kenapa sih selalu muncul tiap buka toko Gramedia di Shopee?
Karena penasaran, guepun buka detail produk tersebut. Sampai pada deskripsi, gue klik see more, sebuah sinopsis tertera...
"Kim Ji-yeong adalah anak perempuan yang terlahir dalam keluarga yang mengharapkan anak laki-laki, yang menjadi bulan-bulanan para guru pria di sekolah, yang disalahkan Ayahnya ketika ia diganggu anak laki-laki dalam perjalanan pulang sekolah di malam hari.
Kim Ji-yeong adalah mahasiswi yang tidak pernah direkomendasikan dosen untuk pekerjaan magang di perusahaan ternama, karyawan teladan yang tidak pernah mendapat promosi, dan istri yang melepaskan karier serta kebebasannya demi mengasuh anak.
Kim Ji-yeong mulai bertingkah aneh.
Kim Ji-yeong mulai mengalami depresi.
Kim Ji-yeong adalah sosok manusia yang memiliki jati dirinya sendiri.
Namun, Kim Ji-yeong adalah bagian dari semua perempuan di dunia.
Kim Ji-yeong, Lahir Tahun 1982 adalah novel sensasional dari Korea Selatan yang ramai dibicarakan di seluruh dunia. Kisah kehidupan seorang wanita muda yang terlahir di akhir abad ke-20 ini membangkitkan pertanyaan-pertanyaan tentang praktik misoginis dan penindasan institusional yang relevan bagi kita semua."
Gue tersentak, dan tanpa ba-bi-bu lagi, memasukkan buku ini ke keranjang parcel gue.
Ngga berapa lama setelah dikirim, buku itu nyampe di rumah. Gue pun membacanya, pas di saat hujan, ditemani playlist: reading music gue di YouTube. I told you, it's the best combination.
Lembar demi lembar, gue baca. Gue merasa ada bonding antara gue dengan karakter Ji-yeong ini. Bahkan mungkin bukan cuma gue. Elo, kakak lo, adik lo, temen-temen lo, bisa aja melebur bersama karakter Ji-yeong, masuk ke dalam buku, dan merasakan langsung betapa pedihnya menjadi dia.
Ji-yeong adalah seorang perempuan, yang lahir dengan jenis kelamin yang ngga diinginkan keluarganya. Neneknya beranggapan bahwa sebuah keluarga akan memiliki kebanggaan ketika memiliki anak laki-laki. Hal ini juga yang membuat Ibu Ji-yeong mengaborsi adik Ji-yeong ketika ia tahu anak yang dikandungnya bukan berjenis kelamin laki-laki, pun Ayah Ji-yeong tidak memberikan dukungan yang baik jika anak yang dikandung istrinya adalah perempuan lagi. Ji-yeong sudah melihat sendiri betapa sakitnya menjadi seorang perempuan, sejak ia kecil. Dia diganggu oleh teman laki-lakinya, dan orang-orang hanya berkata agar ia memaklumi kenakalan anak laki-laki.
Ji-yeong kerap mengalami perlakuan yang tidak adil, di rumah, di sekolah, di universitas, di dunia kerja, di masyarakat, hanya karena dia perempuan.
Ada banyak cerita, yang ngga bisa gue ceritain satu per-satu. Yang pertama, karena jari gue mana mampu ngetik semuanya di sini, hiks. Yang kedua, semua cerita-cerita itu... terlalu sayang kalo lo ngga baca sendiri di bukunya.
Yang gue tau, Ji-yeong ini sangat merepresentasikan keadaan di masyarakat kita (ternyata di Korea juga sama, gue kira di Indonesia doang!). Buku ini adalah sebuah realitas yang ditulis dalam sebuah novel. Ngga hanya perempuan yang bisa baca, tapi laki-laki juga!
Kim Ji-yeong, bisa jadi adalah nenek kita, Ibu kita, kakak atau adik perempuan kita, serta teman kita. Kim Ji-yeong, bahkan mungkin adalah diri kita sendiri.
![]() |
| Salah satu bagian favorit gue, halaman 89-90. Bagian ini punya cerita sendiri di hidup gue, mungkin di lain waktu akan gue ceritakan terpisah. |
Terima kasih telah membaca, buku favorit lo apa?


Aku tertarik filmnya jugaaa
ReplyDeleteLhaaa, aku ngga tau kalo ada filmnya jugaaa. Wkwkwk.
DeleteAyaaaaa. OMG, aku langsung cari trailernya dooong. Pas nonton diriku langsung bergetar. Ada GongYoo pula!
Delete